Faduli_Apresiasi terhadap kinerja pejabat publik seperti Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BPMD) Provinsi Maluku Utara, Bapak Mifta Baay, merupakan bentuk pengakuan atas dedikasi dalam membangun tata kelola desa yang lebih baik.
Secara umum, kepemimpinan di sektor pemberdayaan masyarakat desa memiliki tantangan besar, terutama di wilayah kepulauan seperti Maluku Utara. Berikut adalah beberapa poin yang biasanya menjadi dasar apresiasi terhadap kinerja beliau.
Ketua Lembaga Pengawas Eksternal ( LPE ) Malut, Suryadi Gugun, saat dikonfirmasi, beliau mengatakan, Fokus Utama Kepemimpinan Bapk Mifta Baay salah satunya, peningkatan status Desa: Upaya konsisten dalam mendorong desa-desa di Maluku Utara agar naik kelas dari status Desa Tertinggal menjadi Desa Berkembang atau Mandiri melalui Indeks Desa Membangun (IDM), dan ini hal yang sangat luar biasa, “tandasnya.
Transparansi Dana Desa dan komitmen dalam mengawal penyaluran dan pemanfaatan Dana Desa agar tepat sasaran dan memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat pesisir dan pedalaman. Penguatan BUMDes, Mendorong terbentuknya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai motor penggerak ekonomi lokal agar desa tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah pusat, merupakan hal prioritas dimasa kepemimpinanya.
sosok kepemimpinan yang responsif sangat krusial di Maluku Utara untuk memastikan: Konektivitas Program: Sinkronisasi antara kebijakan pemerintah provinsi dengan kebutuhan spesifik desa-desa di tiap kabupaten. Pemberdayaan Aparatur, Peningkatan kapasitas kepala desa dan perangkat desa dalam manajemen administrasi yang akuntabel.
Suryadi Gugun”, Apresiasi masyarakat sering kali muncul ketika seorang pemimpin dinas turun langsung ke lapangan (blusukan) untuk melihat kendala nyata yang dihadapi warga di akar rumput, “Sambung ketua LPE.
Reporter:Roslan
Editor :RedaksiF1









