faduliNews.com-kabupaten Halmahera Selatan, 11 November 2025 —Dugaan skandal proyek pembangunan pagar di Sekolah Menengah Pertama (SMP) 22 semakin dalam.
Investigasi faduliNews mengungkap bukan hanya masalah kualitas pekerjaan yang sangat buruk dan ketiadaan transparansi, tetapi juga pelanggaran serius terhadap hak-hak dan keselamatan pekerja. Proyek ini tegas dicurigai sebagai “Proyek Siluman” karena dikerjakan dengan mutu rendah, mengabaikan aturan, dan berpotensi merugikan negara.
Proyek Molor dan Pagar ‘Sampah’: Bukti Kontraktor Main Curang di mana Pantauan faduliNews mendapati proyek ini sudah berjalan lebih dari satu bulan (1 bulan 1 minggu) namun target fisik tidak tercapai. Di lokasi, terlihat bahwa masih ada kekurangan delapan meter panjang pagar yang belum dikerjakan. Keterlambatan ini mengindikasikan lemahnya manajemen waktu dan perencanaan oleh kontraktor, sisi lain pekerja mengakui masih ada delapan meter yang harus di buat, namun kerjaan berikut sudah tidak lagi pake alat berat naka kami akan pake manual, ini lumayan apalagi ada pohon.
Di sisi lain, hasil pekerjaan yang sudah berdiri terlihat sebagai “sampah” (Lihat Foto Dokumentasi). Kualitas pengerjaan pagar, baik pada sambungan beton, plesteran, maupun kerapian akhir, tampak “asal jadi” dan jauh di bawah standar. Hal ini membuktikan kontraktor diduga kuat hanya mengejar keuntungan dengan mengorbankan kualitas dan daya tahan infrastruktur pendidikan.
foto pagar yang kualitasnya buruk, dengan fokus pada ketidakrapihan
Pelanggaran Fatal: K3 Nihil, Nyawa Pekerja Diabaikan
Pelanggaran yang paling mengkhawatirkan adalah terkait Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Pantauan faduliNews dan pengakuan dari pihak pekerja di lapangan mengonfirmasi bahwa tidak ada fasilitas atau standar K3 yang diterapkan.
“Kami akui tidak ada K3 di sini. Seharusnya ada,cuman sarung tangan namun sejauh ini sarung tangan juga sudah sobek, situasi lapangan menunjukkan Ketiadaan K3 dalam proyek konstruksi merupakan pelanggaran hukum berat. Kontraktor tidak hanya abai terhadap mutu, tetapi juga mengabaikan nyawa dan kesehatan pekerja, memaksa mereka berhadapan langsung dengan risiko bahaya dari material seperti semen dan risiko kecelakaan kerja tanpa perlindungan yang memadai.
Dugaan Proyek Siluman: Sengaja Tutupi Jejak Anggaran belum tahu jelas ratusan atau milyaran.
Selain masalah fisik, faduliNews kembali menegaskan bahwa hingga proyek berjalan lebih dari sebulan, sama sekali tidak ditemukan papan informasi proyek. Dugaan kuat pelanggaran KIP ini sengaja dilakukan untuk menutupi detail anggaran dan identitas kontraktor yang mengerjakan proyek ‘sampah’ ini.
Hindari Tanggung Jawab Tripple Pelanggaran
Upaya faduliNews untuk meminta konfirmasi dari pihak Kepala Sekolah dan Kontraktor kembali gagal. Keduanya tidak berada di tempat.
Situasi ini semakin memperkuat dugaan adanya praktik tidak beres dan upaya penghindaran dari pertanggungjawaban atas tiga pelanggaran sekaligus: mutu rendah, nihil K3, dan tidak ada transparansi (Proyek Siluman).
faduliNews Mendesak: Audit Total dan Blacklist Kontraktor Jahat!
faduliNews menuntut agar pihak berwenang, terutama Inspektorat Daerah, Dinas Pendidikan, dan Dinas Tenaga Kerja, segera turun tangan melakukan:
Audit Teknis dan Kualitas: Seluruh pekerjaan harus diaudit. Kontraktor wajib memasang papan proyek.
Sanksi Ketenagakerjaan dan Pidana: Kontraktor harus disanksi berat oleh Dinas Tenaga Kerja atas pelanggaran K3
Blacklist Permanen: Kontraktor yang terbukti mengerjakan proyek dengan kualitas rendah dan melanggar KIP serta K3 harus segera dimasukkan ke daftar hitam (BLACKLIST) secara permanen.
faduliNews akan terus mengawal kasus proyek siluman yang mengorbankan mutu pendidikan dan keselamatan pekerja ini hingga tuntas.
(OmFADULI)











