Halsel —FN,(minggu/16/11/2025) Di tengah dinamika aktivitas tambang rakyat di wilayah Kusubibi, anggai dan Obilatu, (Pulau Obi) , Kabupaten Halmahera Selatan,Maluku Utara masyarakat menyampaikan satu harapan besar: hadirnya pemimpin yang tidak hanya menegakkan hukum, tetapi juga mampu memahami situasi sosial, ekonomi, serta realitas hidup warga di lapangan. Harapan itu ditujukan kepada Kapolda Maluku Utara agar menjadi sosok pemimpin penyejuk, dialogis, dan humanis, sebagaimana pendekatan human security yang pernah dilakukan di beberapa daerah, termasuk Kapolda Nusa Tenggara Barat.(NTB).
Bagi masyarakat, aktivitas tambang rakyat bukan sekadar pekerjaan sementara, melainkan jalan bertahan hidup, membuka peluang ekonomi, mengurangi pengangguran, hingga menjadi penopang kesejahteraan keluarga. Banyak keluarga di Obi yang mampu membiayai pendidikan anak, kebutuhan dapur, hingga kesehatan dari hasil jerih payah di lokasi tambang rakyat.
“Kami hanya ingin bekerja dengan aman dan bermartabat, sambil tetap menghormati aturan yang ada. Semoga ada dialog dan kebijakan yang tidak mematikan harapan kami,” ungkap salah seorang warga.
Mereka meyakini bahwa kehadiran pemimpin yang mau mendengar, memahami, dan merangkul, dapat menjadi solusi terbaik agar kepentingan hukum dan kesejahteraan rakyat berjalan beriringan, bukan saling meniadakan. Karena bagi masyarakat, penegakan hukum yang humanis adalah bentuk tertinggi keadilan.
Selain kepada Kapolda Maluku Utara, warga juga menitipkan harapan kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, agar kebijakan nasional terkait tambang rakyat dapat mempertimbangkan aspek sosial, kemiskinan, dan strategi pemberdayaan masyarakat daerah kepulauan.
Masyarakat percaya, ketenangan sosial tercipta bukan hanya dengan larangan, tetapi dengan dialog, pembinaan, dan pembukaan ruang regulasi yang adil.
Pesan Inti Masyarakat Obi yang bekerja sebagai penambang Mereka ingin bekerja secara aman dan tidak bertentangan dengan negara.
Mereka berharap pendekatan persuasif, bukan represif.
Mereka menginginkan skema legalitas dan regulasi yang memihak rakyat kecil.
Mereka percaya pemimpin humanis mampu menciptakan keamanan dan kesejahteraan secara simultan dan harapan masyarakat Obi bukan tentang menolak aturan, melainkan kerinduan terhadap pemimpin yang hadir sebagai pelindung, bukan sekadar penegak hukum. Karena ketika keamanan dan kesejahteraan saling menyapa, di situlah makna Negara Hadir benar-benar dirasakan untuk masyarakat.ujar salah satu penambang.
(Tim/Red)








