DP2KBP3A Tangani 41 Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan Selama Januari–Juni 2025

Spread the love

Fadulinews.com | Tidore – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kota Tidore Kepulauan melalui bidang P2KB dan PPA telah menangani sebanyak 41 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak sepanjang periode Januari hingga Juni 2025.

Kepala DP2KBP3A, M. Hasby Marsaoly, menyebutkan bahwa dari 41 kasus tersebut, 20 kasus telah diselesaikan melalui proses mediasi, sementara 21 kasus masih dalam penanganan. Selain itu, terdapat 9 kasus Anak Berhadapan dengan Hukum. Dari jumlah tersebut, 3 kasus telah tuntas, sementara 6 kasus masih berproses, bahkan sebagian telah dikembalikan oleh kejaksaan untuk asesmen psikologis dan hukum sebelum dilimpahkan kembali ke kepolisian melalui proses P21.

banner 336x280

Kadis M. Hasby Marsaoly menilai ada beberapa faktor utama penyebab tingginya kasus kekerasan, khususnya yang melibatkan anak diantaranya digitalisasi atau konten yang tidak tersaring, lemahnya kontrol orang tua terhadap aktivitas anak waktu penggunaan HP dalam waktu yang lama juga sangat berdampak signifikan pada perilaku anak.

Sebagai bentuk pencegahan jangka panjang, DP2KBP3A mendorong adanya kerja sama lintas sektor menggandeng organisasi seperti stakeholder dan lain-lain.

Mengusulkan instruksi Wali Kota mengenai pembatasan jam malam bagi pelajar, khususnya setelah waktu Maghrib, untuk diarahkan ke jam belajar.

Kadis Hasby juga menekankan pentingnya peran semua pihak Orang tua dan keluarga sebagai garda terdepan dalam pengawasan. Guru dan sekolah sebagai mitra perlindungan. Tokoh agama dan masyarakat sebagai penggerak edukasi dan moral anak.

“DP2KBP3A hadir bukan hanya untuk menangani, tapi juga mencegah. Harapan kami, semua pihak terlibat aktif melindungi anak-anak dari segala bentuk kekerasan,” tutup Hasby.

Jurnalis : M Laskar Alting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *