Harga Pertamax Naik, BBM di Tidore Langka; Warga Minta Aparat Selidiki Distribusi

Spread the love

Faduli1.com – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax yang mulai berlaku secara nasional turut dirasakan masyarakat Kota Tidore Kepulauan. Namun di daerah ini, persoalan yang dihadapi warga bukan hanya kenaikan harga, melainkan juga kelangkaan BBM yang semakin terasa dalam beberapa hari terakhir.(Rabu/10/Juni/2026)

Berdasarkan penelusuran Tim Faduli1.com, stok BBM di sejumlah titik penjualan eceran di wilayah Utara Tidore terpantau kosong. Kondisi yang sama juga ditemukan di sejumlah SPBU yang berada di Kota Tidore maupun kawasan Tidore Zona Tiga, meliputi Tomalou, Tosa, hingga Tuguiha.

banner 336x280

Kelangkaan tersebut membuat masyarakat kesulitan memperoleh BBM untuk kebutuhan sehari-hari. Bahkan, sejumlah pengendara yang datang dari Kota Ternate dan hendak melanjutkan perjalanan di wilayah Tidore mengaku kebingungan mencari BBM karena hampir seluruh titik penjualan yang biasa menjadi tempat pengisian tidak memiliki stok.

Dari hasil pemantauan di lapangan, mulai dari kawasan Rum, Ome, hingga Soasio, stok BBM di banyak depot maupun pengecer dilaporkan kosong. Situasi ini memicu antrean dan pencarian BBM oleh masyarakat ke berbagai lokasi yang masih memiliki persediaan.

Kelangkaan BBM juga berdampak pada melonjaknya harga jual di tingkat eceran. Tim Faduli1.com menemukan harga BBM dalam kemasan botol dijual bervariasi, mulai dari Rp27 ribu hingga mendekati Rp30 ribu per botol, jauh di atas harga normal yang biasa dijual kepada masyarakat.

Kondisi tersebut menimbulkan keresahan karena berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi, transportasi, serta mobilitas masyarakat antarwilayah di Kota Tidore Kepulauan.

Masyarakat pun meminta Pemerintah Daerah, Pertamina, Kepolisian, serta instansi terkait segera turun tangan untuk memastikan penyebab kelangkaan BBM yang terjadi. Selain memastikan kelancaran distribusi, aparat juga diharapkan melakukan pengawasan terhadap kemungkinan adanya penyimpangan dalam rantai distribusi maupun praktik penimbunan yang dapat memperparah kelangkaan.

“Ini sangat berbahaya jika dibiarkan berlarut-larut. Masyarakat kesulitan mendapatkan BBM, sementara harga di tingkat eceran terus naik. Kami berharap ada langkah cepat dari pemerintah dan aparat penegak hukum untuk memastikan pasokan kembali normal,” ujar salah seorang warga kepada Faduli1.com.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab kosongnya stok BBM di sejumlah wilayah Kota Tidore Kepulauan. Warga berharap pemerintah dan pihak berwenang segera memberikan kepastian sekaligus solusi agar kebutuhan BBM masyarakat dapat kembali terpenuhi secara normal.(Tim/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *