Dalam kegiatan tersebut, Presiden bahkan turun langsung ke lahan pertanian dan mengendarai Combine Corn Harvester. Langkah itu dinilai sebagai bentuk dukungan nyata terhadap penggunaan teknologi modern guna meningkatkan produktivitas pertanian nasional.

Panen raya jagung serentak ini mencakup 189.760 hektare lahan di berbagai wilayah Indonesia dengan potensi hasil mencapai 1,23 juta ton jagung. Pencapaian tersebut semakin mempertegas optimisme pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.
Pada kesempatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto juga meresmikan groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri dengan kapasitas 1.000 ton per unit. Gudang tersebut diharapkan mampu memperkuat sistem penyimpanan hasil pangan nasional sekaligus menjaga stabilitas pasokan di berbagai daerah.
Tak hanya itu, Presiden juga meluncurkan 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis yang saat ini terus diperluas pemerintah demi meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi masyarakat.
Sementara itu, pemerintah mencatat cadangan beras nasional yang tersimpan di Bulog kini mencapai 5,3 juta ton. Angka tersebut menjadi salah satu capaian tertinggi dalam sejarah ketahanan pangan Indonesia dan menunjukkan kondisi pangan nasional dalam keadaan aman serta terkendali.
Di sektor pertanian, Indonesia juga mulai menunjukkan kemajuan signifikan dengan kemampuan mengekspor pupuk ke sejumlah negara. Selain itu, harga pupuk dilaporkan mengalami penurunan hingga 20 persen, sehingga memberikan dampak positif bagi para petani dalam menekan biaya produksi.
Berbagai langkah strategis tersebut menegaskan tekad pemerintah dalam memperkuat swasembada pangan, membuka peluang ekspor hasil pertanian, serta meningkatkan kesejahteraan petani dan pertumbuhan ekonomi desa di seluruh Indonesia.








