Kunjungan ini menjadi bagian dari langkah diplomasi strategis Indonesia dalam memperkuat posisi di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang. Rusia dan Prancis diketahui merupakan dua dari lima negara pemegang hak veto di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sekaligus memiliki pengaruh besar dalam bidang energi, pertahanan, ekonomi, dan teknologi dunia.

Di Paris, Presiden Prabowo menjalani pertemuan empat mata dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, di Élysée Palace selama lebih dari dua jam. Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama strategis Indonesia–Prancis di sejumlah sektor prioritas.
Beberapa isu utama yang menjadi fokus pembahasan antara lain ketahanan energi, pendidikan, komunikasi digital, pengembangan teknologi, serta investasi ekonomi jangka panjang. Selain itu, kedua kepala negara juga bertukar pandangan mengenai stabilitas global dan peluang kerja sama yang lebih luas di masa mendatang.
Hubungan personal antara Presiden Prabowo dan Presiden Macron juga dinilai semakin erat. Kedekatan tersebut telah terjalin sejak Prabowo masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan, dan kini terus berlanjut dalam level hubungan antar kepala negara.
Sebelumnya, Presiden Prabowo juga melakukan pertemuan penting dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin, dalam agenda lawatan di Moskow. Pembahasan di Rusia menitikberatkan pada sektor energi, sumber daya mineral, dan penguatan kerja sama industri strategis.
Lawatan ke dua negara besar dunia ini mempertegas arah diplomasi Indonesia yang aktif, bebas, dan berimbang, sekaligus membuka peluang kerja sama global yang lebih luas demi kepentingan nasional.
Sumber: Seskab
Editor: Faduli









