Peletakan Batu Pertama Fola Sou Salawati, Wujud Persatuan dan Warisan Ngofa Se Dano di Tomalou

Spread the love

Faduli1.com– Indonesia dikenal sebagai negara dengan kekayaan budaya yang sangat beragam, terbentang dari Sabang sampai Merauke dengan ribuan pulau dan suku bangsa yang hidup berdampingan. Kekayaan budaya itu turut tumbuh dan terjaga di berbagai daerah, termasuk di Kota Tidore Kepulauan.

Kota Tidore Kepulauan dengan slogan Toma Loa Se Banari dan identitas Tomalou sebagai ikon Ngofa Ngolo memiliki banyak Doro atau Fola Sou yang menjadi simbol persatuan keluarga dan adat. Salah satunya adalah Fola Sou Salawati yang kini mulai dibangun kembali melalui kegiatan peletakan batu pertama di Kelurahan Tomalou RW 01.

banner 336x280

Fola Sou Salawati memiliki sejarah panjang perpindahan lokasi yang telah berlangsung kurang lebih enam kali. Awalnya berada di Fola Seng, kemudian berpindah ke rumah Almarhum Hi. Din, selanjutnya ke rumah Miran Bakar, rumah Tete Jafar, rumah Almarhum A. Rahim Jamila, hingga terakhir berada di kediaman Nene Ipa.

Saat ini, keturunan atau Ngofa Se Dano Salawati yang telah terdata mencapai sekitar 300 kepala keluarga dengan jumlah anak cucu yang mencapai ribuan jiwa. Besarnya jumlah keluarga ini menjadi alasan penting dibangunnya Fola Sou permanen sebagai pusat silaturahmi dan kegiatan adat.

Rencana pembangunan Fola Sou Salawati sejatinya telah lama direncanakan, namun baru mulai diwujudkan melalui rapat perdana pembentukan panitia pada Selasa, 25 Oktober 2025. Dalam rapat tersebut, Almarhum Ishak Lukman ditunjuk sebagai Ketua Panitia pelaksana pembangunan.

Namun di tengah perjalanan pembangunan, Almarhum Ishak Lukman dipanggil menghadap Allah SWT. Kepanitiaan kemudian direvisi melalui rapat yang digelar pada Minggu, 3 Mei 2026, dengan menetapkan Jaenul Sadik, S.Pi sebagai Ketua Panitia baru untuk melanjutkan pembangunan Fola Sou Salawati.

Berkat dukungan doa dan sumbangan dati dari seluruh Ngofa Se Dano, pada Minggu, 17 Mei 2026 lokasi pembangunan Fola Sou Salawati yang baru akhirnya berhasil dibayarkan dengan nilai Rp15 juta.

Puncaknya, peletakan batu pertama Fola Sou Salawati dilaksanakan pada Minggu, 31 Mei 2026 di Kelurahan Tomalou RW 01.

Ketua Panitia, Jaenul Sadik, S.Pi menyampaikan bahwa pembangunan Fola Sou ini bertujuan untuk menempatkan rumah adat keluarga pada lokasi yang permanen dan tetap untuk selamanya.

“Fola Sou ini nantinya menjadi wadah berkumpul seluruh Ngofa Se Dano, baik dalam kegiatan ritual adat maupun kegiatan silaturahmi keluarga,” ujarnya.

Pembangunan Fola Sou Salawati didukung melalui sumbangan dati sebesar Rp200 ribu per kepala keluarga. Hingga saat ini dana yang terkumpul mencapai Rp30 juta, disertai bantuan material dan dana dari sejumlah donatur.

Beberapa bantuan yang telah diterima antara lain Hi. Ismanto M. Saleh dan Abdurahman atau Man Bule masing-masing menyumbang 10 sak semen, Hi. Jafar atau Hama Jafar Topan sebanyak 5 sak semen, Kader Sadik 5 sak semen, Hama Boki berupa 4 dam pasir dan 3 dam batu, Agus Syarif 1 dam pasir, serta Abdullah Hatari sebesar Rp5 juta.

Meski demikian, panitia masih membutuhkan dukungan untuk melanjutkan pembangunan. Anggaran lanjutan yang dibutuhkan mencapai Rp73.550.000, meliputi kebutuhan batu tela, seng, kayu, semen, besi hingga pemasangan meter listrik.

Panitia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh Ngofa Se Dano serta para pihak yang telah membantu baik melalui materi maupun doa sehingga kegiatan peletakan batu pertama dapat terlaksana.

“Peletakan batu pertama ini bukan akhir, melainkan awal dari pembangunan Fola Sou Salawati ke depan. Kami masih sangat mengharapkan dukungan bagi Ngofa Se Dano yang belum memberikan dati maupun pihak lain yang ingin membantu,” tutup panitia.

Kegiatan tersebut ditutup dengan ungkapan adat penuh makna:

“Ure Se Murai Laha Ena Yo Sungi Sigado Ngo
Ure Se Murai Jira Sungi Yado Ngo Ua.”

(ID)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed