Faduli1.com –Halmahera selatan, Kapal Motor (KM) Intim Teratai dilaporkan kandas dan nyaris karam di perairan Pulau Makian, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, Selasa (17/2) dini hari.
Insiden laut tersebut diduga dipicu cuaca buruk berupa hujan deras disertai mati mesin,angin kencang yang melanda perairan Maluku Utara sejak Senin (16/2) malam. Kapal yang berlayar dari Pelabuhan Babang menuju Pelabuhan Bastiong, Kota Ternate, itu dilaporkan sempat kehilangan kendali sebelum akhirnya kandas dalam kondisi miring.
Cuaca Buruk dan Kapal miring Mati Lampu
Informasi yang dikantongi Faduli1.com menyebutkan, sebelum kejadian, hujan deras mengguyur perairan sekitar Pulau Makian disertai tiupan angin kencang dan gelombang yang cukup tinggi. Dalam situasi tersebut, kapal diduga mengalami gangguan teknis hingga miring dan di pasca kejadian sempat mati lampu.
Kondisi gelap gulita di tengah cuaca ekstrem membuat situasi di atas kapal semakin mencekam. Sejumlah penumpang panik dan berusaha menyelamatkan diri dengan mengenakan baju pelampung (life jacket) yang tersedia di dalam kapal.
Beberapa penumpang bahkan terlihat sudah melompat ke pesisir , karena kapal mengalami kemiringan
Kronologi Kejadian
Berdasarkan data dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Ternate, KM Intim Teratai bertolak dari Pelabuhan Kupal pada Senin (16/2) pukul 21.00 WIT.
Sekitar pukul 04.45 WIT, Selasa (17/2), kapal dilaporkan kandas pada koordinat duga 0°20’58.00″N / 127°21’24.00″E atau sekitar 24,66 nautical mile dengan radian 174,48 derajat dari Kota Ternate.
Setelah kapal dalam kondisi miring dan tidak stabil, penumpang segera melaporkan kejadian tersebut ke Kantor SAR Ternate untuk meminta bantuan evakuasi.
Tim SAR Turun Tangan
Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, menjelaskan bahwa pihaknya langsung merespons laporan tersebut dengan memberangkatkan tim Rescue Kansar Ternate bersama unsur terkait menuju lokasi kejadian perkara (LKP).
Tim diberangkatkan menggunakan KN SAR Pandudewanata untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan.
“Setelah menerima laporan, tim langsung bergerak menuju LKP untuk melaksanakan operasi SAR. Hingga saat ini proses evakuasi terhadap penumpang masih terus dilakukan,” ujar Iwan.
Evakuasi Berlangsung Dramatis
Pantauan di lapangan menunjukkan proses evakuasi berlangsung dramatis. Sejumlah penumpang dievakuasi menggunakan perahu karet dan dibantu oleh tim SAR, TNI/Polri, serta masyarakat sekitar.
Sebagian penumpang terlihat masih mengenakan baju pelampung saat tiba di daratan. Kondisi ombak yang masih cukup kuat turut menjadi tantangan dalam proses evakuasi.
Hingga berita ini ditayangkan, jumlah pasti korban baik yang selamat, meninggal dunia maupun yang masih dalam pencarian masih dalam proses pendataan oleh tim di lapangan.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat dan pengguna jasa transportasi laut untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca buruk yang masih berpeluang terjadi di wilayah perairan Maluku Utara.
Faduli1.com akan terus memperbarui informasi terkait perkembangan insiden KM Intim Teratai di perairan Pulau Makian.








