Diduga Manipulasi Sistem, KUR Artha Graha Tinggalkan Bom Waktu di Rum Balibunga

Spread the love

Faduli1.com | Tidore Kepulauan,Dugaan persoalan serius dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencuat di kota Tidore yaitu Kelurahan Rum Balibunga. warga yang tercatat sebagai nasabah KUR sejak tahun 2017 mendatangi Bank Artha Graha Ternate untuk mempertanyakan kejelasan status pinjaman mereka yang hingga kini dinilai tidak transparan dan merugikan nasabah kecil.

Sejumlah warga mengaku telah melakukan setoran angsuran selama bertahun-tahun. Namun saat melakukan pengecekan data pinjaman, sebagian nasabah justru mendapati status kredit mereka masih tercatat belum lunas di sistem perbankan. Kondisi ini menimbulkan kebingungan dan keresahan, terutama bagi pelaku usaha kecil yang berharap pinjamannya telah selesai.

banner 336x280

Masalah kian pelik ketika terungkap bahwa angsuran KUR tersebut selama ini disetorkan melalui seorang perantara yang disebut-sebut sebagai orang kepercayaan pihak Bank  swasta (Artha Graha) , yang akrab disapa “Bunda” oleh para nasabah. Warga mempertanyakan ke mana sebenarnya alur setoran tersebut dicatat dan mengapa tidak tercermin secara utuh dalam sistem bank.

Ironisnya, salah satu nasabah yang hendak mengajukan pinjaman KUR di Bank BRI mengaku pengajuannya tertolak. Dalam sistem perbankan, masih tercatat pinjaman sebesar Rp25 juta yang belum diselesaikan. Padahal, menurut pengakuannya, dana yang diterima dari Bank Artha Graha hanya sekitar Rp5 jutaan.

“Kami tidak pernah menerima Rp25 juta, tapi di sistem kami seolah-olah menanggung utang sebesar itu. Ini sangat merugikan dan mematikan usaha kecil kami,” ujar salah satu nasabah dengan nada kecewa.

Situasi ini bertolak belakang dengan semangat kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong penghapusan dan keringanan kredit UMKM. Alih-alih terbantu, warga Rum Balibunga justru terjebak persoalan lama yang belum kunjung diselesaikan.

Atas kondisi tersebut, masyarakat mendesak Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melalui tim audit dan aparat pengawas keuangan untuk segera turun tangan melakukan investigasi menyeluruh terhadap sistem, mekanisme penyaluran, serta pencatatan KUR di Bank Artha Graha Ternate.

Warga menilai, sistem yang diterapkan tidak hanya bermasalah, tetapi telah berdampak luas dengan menghambat akses pembiayaan di bank lain, khususnya KUR BRI Tidore, karena masih munculnya catatan pinjaman Rp25 juta dalam sistem nasional.

Selain audit institusional, warga juga menuntut pertanggungjawaban dari oknum penagih angsuran serta salah satu oknum pegawai Bank Artha Graha yang berinsial (J) , yang diduga berperan dalam proses pengelolaan dan pencatatan pinjaman KUR tersebut.

“Jika ini dibiarkan, maka bom waktu ini akan terus meledak dan merugikan rakyat kecil. Negara harus hadir,” tegas salah satu warga Rum

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Bank Artha Graha Ternate belum memberikan klarifikasi resmi atas berbagai tudingan yang disampaikan para nasabah.

Senin besok Tim Faduli peduli akan berkunjung langsung ke Bank Artha Graha untuk konfirmasi terkait masalah ini, dan meminta oknum petugas dan bunda segera melakukan klarifikasi terkait masalah di kota Tidore khususnya nasabah di kelurahan rum.

(Tim/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *