Namun, hasil di lapangan justru berkata lain. Tim Samba berhasil menaklukkan Jepang dengan skor 2-1 sekaligus memastikan langkah ke babak berikutnya. Hasil tersebut membuat prediksi Muhammad Sinen meleset dan menjadi bahan candaan baru di kalangan pecinta sepak bola di Maluku Utara.
Yang menarik, sebelum laga dimulai, Wakil Wali Kota Ternate, Nasri Abubakar atau yang akrab disapa Ko Nas, justru tampil sangat percaya diri. Pendukung setia Brasil itu secara terbuka memprediksi Tim Samba akan menang dengan skor 2-1 atas Jepang.
Prediksi tersebut akhirnya terbukti tepat. Brasil benar-benar menutup pertandingan dengan kemenangan 2-1, membuat Ko Nas memenangkan adu prediksi dengan rivalnya, Muhammad Sinen.
Suasana saling sindir yang sebelumnya viral di media sosial pun kembali menghangat. Video candaan kedua pejabat itu kembali ramai dibagikan warganet. Meski saling menggoda, rivalitas keduanya tetap berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan sportivitas, menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat Maluku Utara yang tengah menikmati euforia Piala Dunia 2026.
Kemenangan atas Jepang semakin memperkuat keyakinan Ko Nas terhadap peluang Tim Samba di turnamen ini. Menurutnya, performa Brasil terus menunjukkan peningkatan dan layak menjadi kandidat kuat peraih gelar juara.
“Saya dari awal yakin Brasil menang 2-1 atas Jepang. Setelah melihat permainan tadi malam, saya semakin yakin Brasil akan terus melaju hingga partai final dan keluar sebagai juara Piala Dunia 2026,” ujar Ko Nas penuh optimisme.
Sementara itu, Muhammad Sinen yang sebelumnya yakin Jepang mampu menghentikan langkah Brasil kini harus menerima bahwa prediksinya tidak sesuai dengan hasil pertandingan. Meski demikian, rivalitas antara pendukung Argentina dan Brasil dipastikan belum berakhir. Apalagi Argentina masih akan menjalani laga berikutnya, sehingga peluang duel adu prediksi kedua pejabat tersebut masih sangat terbuka.
Euforia Piala Dunia 2026 pun semakin terasa di Maluku Utara. Adu dukungan antara Muhammad sinen atau biasa di sapa ayah erik dan Ko Nas bukan sekadar persaingan memilih tim favorit, tetapi juga menjadi hiburan yang memperlihatkan bahwa sepak bola mampu menyatukan masyarakat melalui canda, keakraban, dan semangat sportivitas.
(faduli)











