Faduli1.com-Seiring dengan menguatnya industri pertambangan di daerah Kabupaten Halmahera Tengah, tentu tidak lepas dari kedatangan para pekerja, entah dari luar maupun di sepeutaran Maluku Utara. Namun belakangan ini banyak masalah kesehatan yang turut diprihatinkan, penyakit yang tadinya masih sangat tidak mungkin terjadi di wilayah lingkar industri, akan tetapi semakin hari justru sangat aktual dan butuh pemulihan yang intensif, salah satunya adalah penyakit Inveksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).(kamis/23/07/2026)
Dari keterangan yang disampaikan salah satu Pegawai Puskesmas UPTD Weda, bahwa munculnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan HIV/AIDS sudah terjadi di Weda, dan itu kami ketahui saat mereka datang berperiksa di Puskesmas”
Untuk ISPA-nya kebanyakan juga datang dari pekerja tambang, mereka sering berkonsultasi terkeait dengan penyakit tersebut, dan untuk HIV/AIDS memang ada yang mengidap dan jumlah yang diketahu sejak 2025 sejumlah 15 orang, dan ada seorang Ibu Hamil yang terinfeksi HIV saat mereka berkonsultasi, kami tanyakan sumber-nya dari suami dari pada Ibu Hamil, pungkasnya”.
“Dari pihak Puskesmas, penanganan kedua penyakit tersebut tidak dapat dilakukan hanya oleh tenaga kesehatan. Diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dunia pendidikan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat dalam meningkatkan edukasi, pencegahan, deteksi dini, dan kepatuhan terhadap pengobatan.
Pasien juga diimbau untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat, segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala ISPA atau HIV/ADIS serta tidak memberikan stigma kepada orang dengan HIV/AIDS agar mereka dapat memperoleh layanan kesehatan dan pendampingan secara optimal, harapanya”.
Melalui kolaborasi yang kuat dan kesadaran masyarakat yang terus meningkat, diharapkan angka kasus ISPA dan HIV/AIDS dapat ditekan sehingga derajat kesehatan masyarakat menjadi lebih baik.(Olan)









