Dalam pertemuan tersebut, Presiden didampingi Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Kepala BIN Muhammad Herindra, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Panglima TNI bersama para Kepala Staf melaporkan perkembangan sejumlah program strategis yang tengah dijalankan TNI. Program-program tersebut tidak hanya mendukung tugas pertahanan negara, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah.
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah percepatan listrik masuk Papua, khususnya di wilayah pegunungan. Hingga saat ini, program tersebut telah menjangkau lebih dari 200 desa yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses listrik.
Selain itu, pembangunan Jembatan Gantung Garuda yang menghubungkan desa-desa di berbagai wilayah Indonesia juga terus menunjukkan kemajuan. Hingga Juni 2026, jumlah jembatan yang telah dibangun dan mendekati penyelesaian mencapai hampir 2.000 titik.
Di sektor pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, TNI melalui Angkatan Darat terus memperluas program pipanisasi dan pembangunan sumur bor di daerah yang mengalami kesulitan akses air bersih. Hingga pertengahan tahun 2026, pembangunan telah mendekati 2.000 lokasi dan memberikan manfaat bagi sekitar satu juta warga.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Staf Angkatan Darat juga melaporkan perkembangan berbagai program yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan prajurit sekaligus mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI di seluruh wilayah Indonesia.
Melalui berbagai program tersebut, TNI terus menunjukkan peran aktifnya dalam mendukung pemerataan pembangunan nasional, memperkuat konektivitas antardaerah, serta membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat hingga ke wilayah-wilayah terpencil di Indonesia.(*)














