Polda Metro Jaya Rangkul Pimpinan Ormas DKI, FPMM Ajak Warga Jaga Jakarta dan Tolak Provokasi SARA

Spread the love

JAKARTA — Polda Metro Jaya menggelar silaturahmi bersama pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) se-DKI Jakarta sebagai langkah antisipasi dan pencegahan dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) pascakejadian di kawasan Matraman.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 28 Juli 2026, bertempat di Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Ruang Rapat Ditintelkam PMJ, Lantai 17, mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai.

banner 336x280

Pertemuan dihadiri unsur Polda Metro Jaya, yakni Dirbinmas Polda Metro Jaya, Dirintelkam Polda Metro Jaya dan Wadirintelkam Polda Metro Jaya.

Sementara dari unsur organisasi kemasyarakatan, undangan ditujukan secara khusus kepada pimpinan atau ketua ormas se-DKI Jakarta. Sejumlah organisasi yang diundang antara lain Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM), FORKABI, FBR, BPPKB Banten, Pemuda Pancasila, Pemuda Batak Bersatu, PETIR, Bang Japar, GRIB Jaya, Laskar Merah Putih, GMBI, KBPP Polri, Kembang Latar, dan Satria Banten.

Dari FPMM, pertemuan tersebut diwakili oleh Sekretaris Jenderal DPP FPMM, Mansur Husain, SH.

Undangan Khusus Ketua Ormas

Keterangan mengenai pelaksanaan kegiatan tersebut juga diperkuat dengan undangan silaturahmi yang disampaikan kepada para pimpinan organisasi kemasyarakatan.

Dalam undangan tersebut tertulis:

Assalamualaikum, Selamat Sore. Mohon izin menyampaikan kepada Ketua Organisasi Kemasyarakatan undangan Silaturahmi Polda Metro Jaya Bersama Pimpinan Organisasi Kemasyarakatan.

Kegiatan dilaksanakan pada:

Hari/Tanggal: Selasa, 28 Juli 2026
Tempat: Gedung Promoter PMJ, Ruang Rapat Ditintelkam PMJ, Lantai 17
Pukul: 13.00 WIB s.d. selesai
Pakaian: Seragam Organisasi Kemasyarakatan
Catatan: Dimohon hadir 30 menit sebelum acara dimulai

Dalam bagian akhir undangan ditegaskan:

“UNDANGAN HANYA UNTUK KETUA.”

Hal tersebut menunjukkan bahwa forum tersebut memang dirancang sebagai ruang komunikasi langsung antara jajaran Polda Metro Jaya dengan pimpinan organisasi kemasyarakatan yang ada di wilayah DKI Jakarta.

FPMM Apresiasi Langkah Polda Metro Jaya

Secara terpisah, Ketua Umum DPP FPMM H. Umar Key menyampaikan apresiasi terhadap langkah Polda Metro Jaya yang mempertemukan unsur kepolisian dengan pimpinan ormas.

Menurut Umar, langkah tersebut penting sebagai bentuk pencegahan preventif sekaligus membangun komunikasi yang lebih kuat antarelemen masyarakat, khususnya organisasi yang memiliki basis massa cukup besar di Jakarta.

“FPMM mengapresiasi kegiatan yang digagas Polda Metro Jaya melalui Dirbinmas dan Dirintelkam. Ini merupakan langkah antisipasi dini dan pencegahan preventif dengan membangun komunikasi bersama pimpinan ormas,” ujar Umar.

Ia menilai persoalan yang terjadi di kawasan Matraman harus dilihat secara proporsional dan tidak dibawa ke ranah persoalan kesukuan maupun rasial.

Menurut penjelasan yang diterima FPMM, insiden tersebut bermula dari persoalan antara sekelompok pemuda dengan seorang warga yang merasa terganggu oleh suara kendaraan. Persoalan itu kemudian berkembang dan memicu bentrokan hingga menimbulkan korban jiwa.

Umar mengingatkan seluruh masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh informasi maupun provokasi yang beredar di media sosial, terlebih jika sudah mengarah pada isu suku dan ras.

“Jangan mudah terpancing, apalagi sampai mengambil jalan pintas melakukan tindakan anarkis. Semua harus menahan diri dan melihat persoalan dengan kepala dingin. Jangan kedepankan ego sektoral, apalagi sampai membawa-bawa nama suku atau rasis. Ini justru bisa merusak hubungan kita dengan masyarakat,” tegasnya.

FPMM: Jangan Generalisasi dan Bawa Nama Suku

Umar juga menegaskan bahwa masyarakat Maluku yang berada di Jakarta selama ini sangat menjunjung tinggi prinsip “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.”

Ia mengatakan masyarakat Maluku sangat menghargai warga Jakarta, khususnya masyarakat Betawi, dan telah lama membangun hubungan sosial yang baik dengan berbagai organisasi kemasyarakatan di Jakarta.

Hubungan tersebut, kata Umar, diwujudkan melalui berbagai kegiatan bersama, mulai dari pengajian, bakti sosial hingga kegiatan kemasyarakatan lainnya.

Karena itu, ia menyesalkan adanya narasi di media sosial yang mencoba mengaitkan kejadian di Matraman dengan identitas suku tertentu hanya berdasarkan ciri fisik.

“Keliru kalau di media sosial banyak informasi negatif terkait kejadian ini kemudian dikaitkan dengan kami orang Ambon hanya karena kulit hitam, rambut keriting atau mata melotot. Kalau begitu, Lamine Yamal juga orang Ambon karena kulitnya hitam dan rambutnya keriting. Bukan begitu cara menilai seseorang,” papar Umar.

Menurutnya, persoalan hukum harus diselesaikan melalui jalur hukum dan tidak boleh berkembang menjadi tindakan balasan ataupun konflik antarkelompok masyarakat.

Minta Silaturahmi Ormas dan Polisi Jadi Agenda Rutin

FMM juga berharap forum silaturahmi antara Polda Metro Jaya dengan pimpinan ormas tidak hanya dilakukan ketika terjadi gangguan kamtibmas.

Umar mendorong agar kegiatan semacam ini dijadikan agenda rutin, misalnya setiap tiga bulan, sehingga komunikasi antara polisi dan organisasi kemasyarakatan terus terjaga.

“Jangan hanya dilakukan saat ada gangguan kamtibmas. Harus dibuat kegiatan rutin, misalnya tiga bulan sekali, ada kegiatan kopdar agar komunikasi terus terjalin,” katanya.

Ia menilai komunikasi yang intensif antara aparat keamanan dan pimpinan ormas dapat menjadi salah satu cara untuk mendeteksi potensi persoalan sejak dini sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Perdamaian Sudah Difasilitasi, Proses Hukum Tetap Berjalan

Umar juga menyampaikan bahwa perwakilan warga dan keluarga korban pada Senin sebelumnya telah difasilitasi oleh Kapolda Metro Jaya sehingga tercapai kesepakatan damai.

Meski demikian, perdamaian tersebut tidak berarti menghentikan proses hukum. Penanganan perkara tetap berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Bagi FPMM, penyelesaian secara damai di tengah masyarakat harus berjalan beriringan dengan proses hukum agar persoalan dapat diselesaikan secara adil dan tidak menimbulkan masalah baru.

Menutup pernyataannya, Umar Key kembali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan persatuan di Ibu Kota.

“Kami mengajak seluruh warga Jakarta, mari kita jaga Jakarta. Jangan beri ruang bagi provokasi dan jangan membawa persoalan ke arah SARA. Keamanan Jakarta adalah tanggung jawab kita bersama.”

Faduli1.com — Ungkap Fakta, Bicara Nyata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *