Faduli1.com – Menindaklanjuti informasi yang beredar di tengah masyarakat terkait sistem penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Kompak Desa Maffa, Kecamatan Gane Timur, Kabupaten Halmahera Selatan, tim Faduli1.com melakukan penelusuran langsung ke lapangan sekaligus meminta klarifikasi kepada pihak pengelola.(Minggu/12/07/2026)
Konfirmasi dilakukan kepada pengelola sekaligus pemilik SPBU Kompak Maffa, Jasri Abubakar, yang akrab disapa Ko Nas. Selain dikenal sebagai pengusaha, Ko Nas juga menjabat sebagai Wakil Wali Kota Ternate.
Dalam keterangannya kepada Faduli1.com, Ko Nas membenarkan bahwa proses pengisian BBM di SPBU Kompak Maffa hingga saat ini masih menggunakan sistem takaran manual dan belum menggunakan fuel dispenser atau pompa digital sebagaimana diterapkan di sebagian besar SPBU Pertamina.
Menurutnya, sistem tersebut telah digunakan sejak SPBU mulai beroperasi dan diresmikan. Saat itu, kondisi pasokan listrik di wilayah Gane Timur belum stabil sehingga pengisian BBM dilakukan secara manual.
“Sejak awal pembukaan memang kami menggunakan sistem manual. Waktu itu listrik belum normal seperti sekarang, sehingga operasional dilakukan dengan cara tersebut. Sampai hari ini sistem itu masih kami gunakan,” ujar Ko Nas.
Meski demikian, ia memastikan penggunaan sistem manual tidak memengaruhi ketepatan takaran maupun kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Takarannya tetap normal. Kami tidak pernah memanipulasi ataupun bermain dengan takaran. Semua sesuai ukuran dan kami bekerja secara jujur. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” tegasnya.
Ko Nas juga membantah anggapan bahwa penggunaan sistem manual menjadi penyebab terganggunya pelayanan di SPBU Kompak Maffa. Menurutnya, selama ini operasional berjalan normal dan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan sesuai ketentuan.
Terkait isu ketersediaan BBM, Ko Nas turut memberikan penjelasan saat dihubungi Faduli1.com melalui sambungan telepon WhatsApp. Ia mengakui bahwa beberapa waktu lalu sempat terjadi kekosongan stok BBM di SPBU Kompak Desa Dolik, Kecamatan Gane Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan.
Namun, menurutnya, kondisi tersebut bukan disebabkan kelalaian pihak pengelola maupun keterlambatan distribusi dari Pertamina, melainkan akibat cuaca buruk yang menghambat pelayaran kapal pengangkut BBM.
“Memang beberapa waktu lalu stok di SPBU Kompak Desa Dolik sempat habis. Namun sekarang stok sudah kembali tersedia. Saat itu cuaca sedang buruk sehingga kapal pengangkut mengalami keterlambatan. Jalur distribusi kami dimulai dari Pulau Obi. Setelah menyelesaikan penyaluran di wilayah Obi, kapal kemudian melanjutkan pengiriman ke Desa Dolik di Kecamatan Gane Barat Utara, lalu ke SPBU Kompak Maffa di Kecamatan Gane Timur,” jelasnya.
Ia menambahkan, distribusi BBM ke wilayah Gane sangat bergantung pada kondisi cuaca di laut. Karena itu, apabila terjadi gelombang tinggi atau cuaca ekstrem, jadwal pelayaran kapal pengangkut dapat mengalami penundaan sehingga berdampak pada keterlambatan pasokan di sejumlah SPBU Kompak yang berada di wilayah kepulauan.
Sementara itu, untuk memastikan kondisi di lapangan, tim Faduli1.com juga melakukan pemantauan langsung di SPBU Kompak Maffa. Berdasarkan hasil pantauan, aktivitas pengisian BBM berlangsung normal. Kendaraan roda dua maupun roda empat terlihat dilayani secara bergantian tanpa kendala.
Selama proses pemantauan, wartawan juga tidak menemukan adanya keluhan dari masyarakat terkait pelayanan maupun ketepatan takaran BBM. Sejumlah konsumen yang ditemui mengaku tetap mendapatkan pelayanan dengan baik, sementara stok BBM saat dilakukan pemantauan tersedia dan proses pengisian berjalan lancar.
Meski masih menggunakan sistem manual, operasional SPBU Kompak Maffa tetap berjalan sebagaimana mestinya dan terus melayani kebutuhan BBM masyarakat di wilayah Gane Timur.
Sebagai bagian dari komitmen menghadirkan informasi yang akurat dan berimbang, Faduli1.com tidak hanya mengacu pada informasi yang beredar di masyarakat, tetapi juga melakukan verifikasi langsung di lapangan serta meminta klarifikasi kepada pihak pengelola. Langkah ini dilakukan agar setiap informasi yang disampaikan kepada publik memenuhi prinsip-prinsip jurnalistik, mengedepankan fakta, serta memberikan ruang yang sama kepada semua pihak untuk menyampaikan penjelasannya.
(Faduli)









