Faduli1.com – Perjalanan laut berjam-jam, diterjang ombak besar, hingga harus menginap di rumah warga di ibu kota kabupaten atau kecamatan demi menumpang ujian berbasis komputer, pernah menjadi kenyataan pahit yang dialami para siswa di Desa Kawasi, Pulau Obi, Halmahera Selatan.
Kini, kondisi itu perlahan menjadi masa lalu. Kehadiran fasilitas pendidikan yang dibangun melalui kolaborasi Pemerintah Daerah dan Harita Nickel di kawasan Permukiman Baru Desa Kawasi membawa perubahan besar bagi dunia pendidikan di wilayah tersebut.
Melalui kolaborasi itu, sejak 2023 telah berdiri gedung sekolah dengan fasilitas penunjang mulai dari jenjang PAUD hingga SMA. Kehadiran infrastruktur pendidikan ini menjadi tonggak penting dalam memperluas akses belajar yang layak bagi anak-anak di kawasan lingkar tambang.
Sejak seluruh aktivitas belajar mengajar dipindahkan ke gedung baru pada September 2023, wajah pendidikan di Kawasi terus mengalami perkembangan signifikan. Komitmen jangka panjang antara pemerintah daerah dan perusahaan dinilai berhasil mengikis keterisolasian akses pendidikan, sekaligus memperkuat pemenuhan hak dasar masyarakat di wilayah pelosok Pulau Obi.
Salah satu perubahan paling terasa terlihat saat pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Sebelum laboratorium komputer tersedia, agenda tahunan tersebut menjadi tantangan berat bagi pihak sekolah karena siswa harus diberangkatkan ke Laiwui atau Labuha untuk mengikuti ujian.
Kepala SMA Tunas Muda Kawasi, Obet Siar, mengenang masa-masa sulit itu. Menurutnya, sekolah harus menanggung biaya besar untuk transportasi dan akomodasi siswa selama pelaksanaan ANBK.
“Di perjalanan kita selalu dihantam ombak, dan setelah tiba kita harus menginap di rumah warga sampai ANBK selesai. Mobilisasi itu membutuhkan biaya besar, sekitar Rp10 hingga Rp20 juta hanya untuk transportasi dan akomodasi,” ungkap Obet.
Titik balik mulai terasa pada peringatan Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2024. Dalam momentum tersebut, Harita Nickel melengkapi fasilitas Pustaka Digital dan menyerahkan 15 unit notebook, proyektor, serta screen projector guna mendukung kemandirian belajar siswa.
Kepala SMP Loji Permai, Servin Langkodi, menyebut kehadiran laboratorium komputer telah memberikan dampak besar bagi siswa maupun pihak sekolah. Selain memangkas beban operasional, fasilitas itu juga menghadirkan kenyamanan baru bagi para pelajar yang kini dapat mengikuti asesmen dan praktik pembelajaran di desa sendiri.
Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut menjadi lompatan penting, terutama bagi 232 siswa yang kini menempati gedung sekolah representatif di kawasan permukiman baru.
Memasuki 2026, penguatan mutu pendidikan di Kawasi tidak berhenti pada pengadaan komputer. Tepat pada peringatan Hari Buku Nasional, 16 Mei 2026, Harita Nickel kembali memperluas dukungan dengan memperkuat tata kelola literasi berbasis digital di SMP Loji Permai dan SMA Tunas Muda.
Sebanyak 1.692 eksemplar buku pelajaran dan pengetahuan umum, 110 item alat laboratorium sains, serta 18 item alat olahraga diserahkan secara simbolis untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di dua sekolah tersebut.
Untuk memastikan pengelolaan perpustakaan berjalan lebih modern dan profesional, tim IT Harita Nickel juga melatih 10 guru setempat dalam mengoperasikan aplikasi manajemen perpustakaan digital Simple Perpus.
Community Development Supervisor Harita Nickel, Ragil Pardiantoro, mengatakan peningkatan sarana fisik harus dibarengi dengan penguatan kapasitas tenaga pendidik agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh para siswa.
“Melalui penguatan perpustakaan berbasis digital ini, kami berharap siswa memiliki akses belajar yang lebih baik. Kami menantang adik-adik di Pulau Obi agar siap berprestasi, termasuk dalam kompetisi seperti Olimpiade Sains Nasional di masa mendatang,” ujar Ragil.
Komitmen peningkatan kualitas pendidikan di Kawasi juga menjadi bagian dari upaya mendorong Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Pulau Obi. Selain mendukung pembangunan gedung sekolah yang kini telah rampung untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA, perusahaan juga menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat, termasuk dukungan terhadap kesejahteraan tenaga pendidik dan penguatan kualitas sumber daya manusia di sekitar wilayah operasional.
Transformasi pendidikan di Desa Kawasi menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha mampu menghadirkan perubahan nyata di wilayah terpencil. Jika dahulu siswa harus menantang ombak demi mengikuti ujian, kini mereka dapat belajar dan berkompetisi dengan fasilitas yang lebih baik di kampung sendiri.
Kemandirian siswa Kawasi pun mulai tumbuh, seiring hadirnya sarana belajar yang semakin memadai dan peluang pendidikan yang kian terbuka lebar. (*)








