Hoaks Pemalangan Jalan di Mamuya Resahkan Warga Jelang Natal, Polisi Diminta Bertindak

Spread the love

Mamuya, Faduli— Tim Faduli memperoleh bukti tangkapan layar unggahan Facebook yang diduga menjadi sumber keresahan warga. Dalam unggahan tersebut, akun bernama Setnat Dawile menuliskan informasi bahwa mulai pukul 07.00 WIT, jalan di Desa Mamuya akan kembali ditutup, serta mengimbau warga agar berbelanja lebih awal menjelang 24 Desember.(Rabu/12/2025)

Unggahan itu menuai perhatian dan reaksi publik karena tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Berdasarkan pantauan langsung wartawan Faduli di Desa Mamuya, tidak terdapat aksi pemalangan jalan, dan aktivitas masyarakat berjalan normal hingga malam hari.

banner 336x280

Warga menilai unggahan tersebut menyesatkan dan menimbulkan kepanikan, khususnya bagi umat Kristiani yang sedang mempersiapkan perayaan Natal. Kekhawatiran warga semakin besar karena sebelumnya Desa Mamuya memang pernah mengalami pemalangan jalan, yang dipicu persoalan ketenagakerjaan perusahaan mitra PLN pada proyek pembangkit listrik PLTG/PLTUAP. Namun warga menegaskan, kejadian itu tidak sedang berlangsung saat ini.

Selain itu, beredar pula informasi dari desa tetangga terkait peristiwa meninggalnya seorang pemuda asal Desa Kira, yang beberapa hari lalu sempat diikuti dengan penutupan jalan oleh warga setempat. Hingga kini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak kepolisian terkait kronologi maupun status hukum peristiwa tersebut.

Wartawan Faduli telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Kapolsek Galela, namun yang bersangkutan tidak berada di tempat saat didatangi, sehingga belum diperoleh keterangan resmi dari pihak kepolisian.

Masyarakat Galela dan sekitarnya berharap Polsek Galela segera memberikan klarifikasi terbuka, sekaligus memanggil pihak yang menyebarkan informasi tidak terverifikasi di media sosial. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah penyebaran hoaks, menjaga stabilitas keamanan, serta memastikan umat Kristiani dapat merayakan Natal dengan aman, damai, dan tanpa rasa takut.

Warga juga menegaskan komitmen untuk terus menjaga kerukunan hidup antarumat beragama, agar situasi tetap kondusif dan masyarakat dapat hidup berdampingan secara damai.

Tim/Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *