Sidak tersebut dikoordinir oleh Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Taher Husain, bersama OPD terkait sebagai bagian dari langkah antisipatif pemerintah daerah dalam menjaga daya beli masyarakat.
Taher Husain mengatakan, pemantauan ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok pangan dan perkembangan harga bapok dalam dua minggu ke depan, khususnya menjelang perayaan hari besar keagamaan Natal dan Tahun Baru.
“Berdasarkan hasil pemantauan harga, ada beberapa komoditas yang berpotensi mengalami kenaikan dalam dua minggu ke depan, seperti telur dan cabe nona. Sementara untuk komoditas beras justru mengalami penurunan harga rata-rata Rp15.000 per sak, baik beras medium maupun premium,” ujar Taher.
Meski demikian, Taher menegaskan bahwa secara umum kondisi harga dan ketersediaan bapok di Pasar Rakyat Galala masih dalam kondisi terkendali.
“Untuk daging ayam, harganya masih stabil dan stoknya aman hingga dua minggu ke depan. Hanya telur yang diperkirakan berpotensi menipis, namun TPID telah berkoordinasi dengan pedagang dan mereka siap memastikan ketersediaan stok kembali,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Tidore Kepulauan, Selvia M. Nur, mengimbau para pedagang dan mitra usaha bapok agar dapat memanfaatkan fasilitas Tol Laut dengan subsidi pemerintah guna menekan biaya distribusi.
“Pemanfaatan Tol Laut sangat penting agar harga jual di tingkat konsumen tetap terjangkau oleh masyarakat,” jelas Selvia.
Selvia juga mengungkapkan bahwa beberapa komoditas seperti cabe keriting dan bawang putih masih berada pada harga yang relatif stabil. Hal ini dikarenakan pasokan cabe keriting berasal dari Halmahera Timur sehingga dapat disuplai dalam jumlah besar.
Namun berbeda dengan cabe nona yang mengalami kenaikan harga bervariasi, mulai dari Rp70.000 hingga Rp90.000 per kilogram. Kenaikan ini disebabkan oleh berkurangnya pasokan dari daerah pemasok seperti Manado.
“Menjelang Nataru, kebutuhan di daerah pemasok juga meningkat. Selain itu, faktor cuaca yang tidak menentu dan curah hujan tinggi di bulan Desember turut mempengaruhi distribusi dan produksi beberapa komoditas,” tambahnya.
Adapun perkembangan harga bahan pokok di Pasar Rakyat Galala saat sidak berlangsung antara lain: daging ayam Rp43.000/kg, tomat Rp12.000/kg, bawang putih Rp50.000/kg, bawang merah Rp65.000/kg, telur Rp3.000/butir, cabai merah Rp95.000/kg, dan cabe keriting Rp50.000/kg.
Sementara itu, harga beras SPHP tercatat Rp68.000 per 5 kilogram, sedangkan beras medium dan premium mengalami penurunan harga berkisar Rp10.000 hingga Rp15.000 per sak.
(Tim/Red)












