FaduliNews.com | Jakarta – Sejumlah pemuda dari berbagai daerah di Indonesia menyampaikan keresahan terhadap berbagai persoalan daerah masing-masing dalam pertemuan dengan pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Senin (16/6/2025). Pertemuan berlangsung di ruang rapat pimpinan MPR RI, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Dalam forum itu, pemuda dari Maluku Utara, Aceh, Jawa Barat, Kalimantan Timur, dan Sumatera Selatan berdialog langsung dengan Wakil Ketua MPR RI, Bambang Wuryanto. Mereka menyoroti isu-isu strategis, termasuk krisis lingkungan, ketimpangan ekonomi, hingga konflik agraria yang membelit masyarakat di daerah masing-masing.
Salah satu suara lantang datang dari Risko Hardi, pemuda asal Makian Kayoa, Maluku Utara. Ia menyampaikan keprihatinannya terhadap eksploitasi sumber daya alam yang dinilainya belum memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat, terutama yang tinggal di kawasan lingkar tambang.
“Konstitusi kita sudah jelas menyebutkan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Tapi realitanya, di Maluku Utara, hal itu belum terwujud,” tegas Risko.
Ia memaparkan dampak negatif aktivitas pertambangan di wilayahnya, mulai dari pencemaran lingkungan yang diduga mengandung zat berbahaya seperti Chromium VI, hingga konflik tanah adat yang menyebabkan penangkapan 11 warga adat Maba Sangaji oleh Polda Maluku Utara. Konflik ini diduga dipicu oleh klaim lahan oleh perusahaan tambang PT Position.
Risko menegaskan pentingnya peran MPR RI sebagai lembaga tinggi negara yang mampu menjadi jembatan aspirasi rakyat. Ia berharap pertemuan ini tak berhenti pada seremonial semata, melainkan ditindaklanjuti dengan langkah nyata untuk mendorong keadilan sosial dan lingkungan bagi warga terdampak tambang.
“Kami percaya MPR bisa menyuarakan ini. Masyarakat Maluku Utara butuh keadilan dan perlindungan atas tanah dan lingkungan hidup mereka,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua MPR RI Bambang Wuryanto menyampaikan apresiasi atas keberanian dan kepedulian para pemuda yang datang membawa suara rakyat. Ia berkomitmen menampung setiap aspirasi dan meneruskannya kepada pihak-pihak terkait, termasuk kementerian dan lembaga teknis.
Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi keterlibatan generasi muda dalam demokrasi substansial. Bahwa suara pemuda tak hanya soal masa depan, tetapi juga tentang keberanian memperjuangkan keadilan di masa kini.(Red/Fadulinews)








