FaduliNews.com | Maluku Utara — Masyarakat Maluku Utara (Malut) menyimpan harapan besar agar Kombes Pol Hadi Wiyono dapat kembali bertugas di wilayah ini. Mutasinya ke Polda Sumatera Selatan sebagai Direktur Intelkam membawa kesan mendalam, sebab selama 4,5 tahun menjabat sebagai Dirintelkam Polda Malut (2020–2024), Hadi dikenal sebagai sosok yang mengedepankan pendekatan humanis dan dialogis dalam menjaga stabilitas keamanan.
Kontribusi dan Keistimewaan Kombes Hadi Wiyono
Respon Cepat dan Humanis
Berbeda dari banyak perwira lainnya, Kombes Hadi Wiyono membangun pendekatan yang cepat dan menyentuh akar masalah. Ia tidak hanya menunggu laporan formal dari jajaran Polres, melainkan menjalin komunikasi langsung dengan masyarakat, tokoh adat, pemuka agama, hingga aktivis. Dalam banyak kasus konflik sosial—seperti tawuran massal atau ketegangan antar desa—respon cepatnya terbukti efektif dalam mencegah eskalasi.
“Beliau bisa tahu masalah sebelum kami laporkan. Karena beliau hadir, bukan hanya secara jabatan, tapi secara batin,” ungkap seorang tokoh masyarakat di Halmahera.
Jaringan Intelijen Berbasis Rakyat
Salah satu kekuatan Hadi Wiyono adalah kemampuannya membangun jaringan informasi yang mendalam. Sistem intelijen yang ia bangun bersifat partisipatif dan menyentuh hingga ke pelosok desa. Hal ini membuatnya selalu selangkah lebih cepat dalam mendeteksi potensi gangguan keamanan.
Figur yang Dihormati
Hadi bukan sekadar polisi; ia dihormati sebagai figur pemersatu. Latar belakang keluarganya sebagai anak seorang TNI yang dikenal baik di Papua, serta pengalamannya memimpin Satgas Honai Papua (2019), membentuk kepekaannya terhadap isu keragaman dan sosial budaya yang kompleks. Ia memahami bahwa keamanan tidak cukup ditegakkan dengan senjata, tapi dengan rasa hormat dan kepercayaan.
Harapan yang Tinggal di Maluku Utara
Kepergian Kombes Hadi Wiyono dari Malut dirasakan sebagai kehilangan besar, terutama dalam model kepemimpinan yang kolaboratif. Gaya komunikatif, terbuka, dan merakyat menjadi ciri khas yang langka di tubuh kepolisian.
“Beliau bukan hanya pengayom, tapi penjaga harmoni. Kami berharap beliau bisa kembali,” ujar seorang pemuda dari Ternate.
Banyak warga dan tokoh menyebut kepergian Hadi menciptakan “kekosongan” dalam pola pengelolaan keamanan yang berbasis kepercayaan dan relasi antarmanusia.
Tantangan Baru di Tanah Sriwijaya
Penempatan Hadi Wiyono di Polda Sumatera Selatan bertepatan dengan dinamika politik tahun 2024 yang berpotensi menimbulkan polarisasi. Sumsel membutuhkan sosok dengan sensitivitas tinggi, seperti yang pernah ia terapkan di Papua dan Maluku Utara.
Dengan pendekatan intelijen partisipatif yang telah teruji, ia diharapkan mampu memitigasi potensi kerusuhan politik dan sosial secara dini.
Catatan Karier Kombes Pol Hadi Wiyono
Awal Karier : Dimulai di Polda Sultra (1994), kemudian bertugas di berbagai posisi intelijen seperti di Manado, Gorontalo, dan Polda Sumut.
Penugasan Krusial : Memimpin Tim Triton Satgas Honai Papua (2019), atas permintaan langsung Kapolri Jenderal Tito Karnavian.
Jabatan Strategis : Menjabat Dirintelkam Polda Maluku Utara (2020–2024), kemudian rotasi ke Polda Sumsel sebagai bagian dari pengembangan karier.
—
Kisah Kombes Hadi Wiyono di Maluku Utara adalah cermin bahwa pendekatan kepolisian yang humanis, partisipatif, dan membumi mampu menciptakan keamanan yang berkelanjutan. Meskipun kini bertugas di Sumatera Selatan, jejak pengabdiannya tetap hidup di hati masyarakat Maluku Utara—yang dengan tulus berharap, ia akan kembali suatu saat nanti.
FaduliNews – Ungkap Fakta, Bicara Nyata
Disusun dengan berimbang, berdasar kode etik jurnalistik dan suara warga Malut.
—








