Pemkot Tidore Sosialisasikan Pembayaran Insentif Non Tunai bagi Tokoh Agama

Spread the love

Fadulinews.com | Tidore – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan terus mendorong penguatan tata kelola pelayanan publik yang transparan dan akuntabel. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Pembayaran Insentif Imam, Syara, Pendeta, Pelayan Jemaat, serta Guru Ngaji Tasbaq melalui mekanisme transfer rekening (LS) tahun 2025.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan, Ismail Dukomalamo, mewakili Wali Kota Tidore, bertempat di Aula Sultan Nuku, Kantor Wali Kota Tidore Kepulauan, Kamis (4/12/2025).

banner 336x280

Dalam sambutan Wali Kota yang dibacakan Sekda, Ismail Dukomalamo menegaskan bahwa di era keterbukaan saat ini, pemerintah dituntut menghadirkan pelayanan publik yang transparan, mudah diakses, dan dipahami masyarakat, baik dari sisi informasi, proses, persyaratan, hingga anggaran.

Menurutnya, keterbukaan pelayanan akan mempermudah pengawasan publik serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kinerja aparatur pemerintah daerah. Ia menekankan bahwa Pemerintah Kota Tidore Kepulauan di bawah kepemimpinan Wali Kota Muhammad Sinen dan Wakil Wali Kota Ahmad Laiman berkomitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai visi “Terwujudnya Tidore Kepulauan yang Aman, Nyaman, Ramah, Maju dan Berkelanjutan untuk Semua.”

“Untuk mewujudkan visi tersebut, diperlukan dukungan nyata kepada para Imam, Khatib, Muadzin, Syara, Pendeta, dan Pelayan Jemaat yang selama ini berperan membina kehidupan keagamaan masyarakat. Peningkatan kualitas sumber daya manusia daerah juga sangat dipengaruhi oleh akhlak yang baik,” ujar Ismail.

Ismail berharap, pengalihan pembayaran insentif ke sistem non tunai ini tidak hanya memberikan manfaat bagi para penerima, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam meningkatkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

Dalam kesempatan tersebut, Ismail juga meminta pihak Bank BRI untuk proaktif memberikan pelayanan pembukaan rekening bagi para penerima insentif dengan cara “menjemput bola” ke desa dan kelurahan.

“Pihak BRI akan menyambangi bapak dan ibu di kelurahan atau desa masing-masing dalam pembuatan buku tabungan, sehingga ini lebih mempermudah seluruh penerima insentif,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Tidore Kepulauan, Sahnawi Ahmad, menjelaskan bahwa pengalihan pembayaran dari tunai ke rekening didorong oleh kebutuhan akan efisiensi, keamanan, dan transparansi transaksi keuangan, baik bagi penerima maupun pemerintah daerah.

“Transaksi non tunai dinilai lebih cepat, praktis, dan memudahkan pemerintah dalam mengelola, mengevaluasi, serta mengawasi pengeluaran keuangan daerah secara lebih efektif,” kata Sahnawi. Ia berharap sistem ini dapat mendukung proses pembayaran insentif yang akuntabel dan tepat sasaran.

Sosialisasi tersebut menghadirkan Kepala Kejaksaan Negeri Tidore, Sabar Evryanto Batubara, serta Relationship Manager Funding & Transaction Bank BRI Cabang Soasio, Prisanty Octavia, sebagai narasumber. Kegiatan ini diikuti oleh para asisten Sekda, staf ahli Wali Kota, pimpinan OPD, serta para Imam, Syara, Pendeta, Pelayan Jemaat, dan Guru Ngaji Tasbaq se-Pulau Tidore.

Melalui kegiatan ini, Pemkot Tidore Kepulauan berharap sistem pembayaran non tunai dapat berjalan efektif sekaligus menjadi bagian dari reformasi pelayanan publik yang lebih transparan, aman, dan terpercaya. (Red/Fadulinews)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *