Pemkot Tidore Hadir Dukung Pembentukan Bhayangkara Berintegritas di SPN Polda Malut

Politik79 Dilihat
Spread the love

Faduli1.com – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan turut menghadiri upacara pembukaan Pendidikan Pembentukan Bintara Polri di SPN Polda Maluku Utara sebagai bentuk dukungan terhadap lahirnya insan Bhayangkara yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Kapolda Maluku Utara menegaskan bahwa moral dan integritas harus menjadi fondasi utama bagi setiap insan Bhayangkara dalam menjalankan tugas. Menurutnya, kewenangan kepolisian yang tidak disertai moral dan integritas berpotensi berubah menjadi penyalahgunaan kekuasaan serta mencederai kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

banner 336x280

Tak hanya itu, Kapolda juga menegaskan kepada seluruh Kepala SPN, tenaga pendidik, instruktur, pengasuh, dan tenaga kependidikan agar melaksanakan serta menyelenggarakan proses pendidikan dengan penuh rasa tanggung jawab, profesional, dan berorientasi pada mutu lulusan.

“Terapkan disiplin secara tegas, adil, dan konsisten. Hindari segala bentuk kekerasan, perundungan, penghukuman yang merendahkan martabat, serta tindakan lain yang bertentangan dengan hukum dan nilai-nilai kemanusiaan. Hindari risiko sekecil apa pun dalam proses pendidikan, termasuk memperhatikan kondisi cuaca yang cukup terik saat ini,” tegas Kapolda.

Kapolda juga mengingatkan bahwa pendidikan yang berkualitas tidak identik dengan kekerasan. Ketegasan, kata dia, harus mampu membentuk karakter, bukan menumbuhkan rasa dendam maupun merusak fisik dan mental peserta didik.

“Pendidikan yang keras tidak harus kasar. Latihan yang berat tidak boleh kehilangan martabat. Ketegasan harus membentuk karakter, bukan menumbuhkan dendam. Tekanan latihan harus memperkuat daya juang, bukan merusak fisik dan mental peserta didik. Jadilah teladan dalam sikap, ucapan, kedisiplinan, dan integritas. Peserta didik tidak hanya belajar dari materi yang disampaikan, tetapi juga dari perilaku para pendidik dan instruktur,” tambah Kapolda.

Upacara pembukaan pendidikan tersebut diakhiri dengan prosesi penyiraman air kembang kepada perwakilan siswa oleh Kapolda, yang kemudian dilanjutkan dengan penyiraman air kembang oleh orang tua kepada anak-anak mereka sebagai simbol doa, restu, dan harapan agar para peserta didik mampu mengikuti pendidikan dengan baik serta menjadi Bhayangkara yang profesional, humanis, dan berintegritas.(faduli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *