TERNATE, Faduli1.com – Nonton bareng (nobar) partai final Piala Dunia 2026 di kediaman Wakil Wali Kota Ternate, H. Nasri Abubakar atau yang akrab disapa Ko Nas, Senin (20/7/2026), berubah menjadi pesta hiburan rakyat yang dipenuhi gelak tawa sekaligus mempererat tali persaudaraan antarwarga.
Tidak hanya dihadiri masyarakat sekitar Kompleks Tanah Tinggi, Kecamatan Ternate Selatan, kemeriahan nobar ini juga menarik perhatian warga dari berbagai kelurahan di Kota Ternate. Bahkan, sejumlah warga dari Kota Tidore Kepulauan turut hadir untuk merasakan langsung suasana nobar yang dikenal selalu meriah di rumah Ko Nas.
Sejak beberapa jam sebelum pertandingan dimulai, halaman kediaman Wakil Wali Kota Ternate itu telah dipadati ratusan masyarakat. Mereka datang membawa atribut tim favorit masing-masing. Ada pendukung Spanyol, Argentina, Brasil, Inggris, Prancis, Portugal hingga negara-negara lain yang bersama-sama menikmati atmosfer final Piala Dunia.
Sepanjang pertandingan berlangsung, sorak sorai, tepuk tangan hingga saling adu prediksi mewarnai jalannya laga. Ketegangan memuncak ketika Spanyol dan Argentina saling menampilkan permainan terbaik demi memperebutkan trofi juara dunia.
Begitu peluit panjang dibunyikan dan Spanyol dipastikan keluar sebagai juara Piala Dunia 2026, suasana di rumah Ko Nas langsung berubah menjadi lautan tawa. Pendukung Argentina yang sejak awal optimistis tim kesayangannya akan mengangkat trofi menjadi sasaran candaan dari para pendukung tim lainnya.
Namun candaan tersebut dikemas sebagai hiburan yang mengedepankan sportivitas dan kebersamaan. Ko Nas bahkan memandu prosesi simbolis dengan mengajak para pendukung Argentina memberikan penghormatan kepada bendera Spanyol sebagai bentuk pengakuan atas kemenangan sang juara dunia.
Keseruan semakin memuncak ketika para pendukung Argentina mengikuti ritual hiburan berupa mandi air dingin dan guyuran es batu yang telah disiapkan sebelumnya. Sorakan dan tepuk tangan warga pun menggema memenuhi halaman rumah Ko Nas.
Momen paling menghibur terjadi saat seorang pemuda yang akrab disapa Boss Muda, putra Wakil Wali Kota Ternate, secara spontan memecahkan sebutir telur di kepala salah seorang pendukung Argentina. Aksi tersebut sontak memancing gelak tawa seluruh peserta nobar yang sejak awal menikmati suasana penuh keakraban.
Meski menjadi sasaran candaan, para pendukung Argentina tetap menikmati suasana. Seluruh rangkaian hiburan berlangsung secara sukarela dan menjadi bagian dari kemeriahan acara yang telah disepakati bersama sejak awal.
Dalam kesempatan itu, Ko Nas juga menyinggung prediksi Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen atau Ayah Erik, yang sejak awal meyakini Argentina akan melaju hingga partai final.
“Adinda saya, Muhammad Sinen atau Ayah Erik, prediksinya memang benar. Argentina berhasil masuk final dan selalu menang pada pertandingan-pertandingan sebelumnya. Namun hari ini Spanyol tampil lebih baik dan berhasil menjadi juara,” ujar Ko Nas.
Dengan nada bercanda, Ko Nas juga mengaku masih menunggu kepulangan Muhammad Sinen dari Pulau Morotai.
“Nanti kalau sudah pulang dari Morotai, kita tunggu bagiannya. Banyak masyarakat, terutama pendukung Brasil di Tidore, yang masih mengingat pernyataan beliau,” katanya disambut tawa para peserta nobar.
Di balik seluruh kemeriahan tersebut, Ko Nas menegaskan bahwa sepak bola harus menjadi sarana mempererat persaudaraan, bukan memecah kebersamaan. Karena itu, setelah seluruh rangkaian hiburan selesai, ia langsung mengajak seluruh pendukung Argentina dan suporter dari berbagai negara untuk saling memaafkan.
Seluruh peserta kemudian berjabat tangan dan berpelukan sebagai simbol bahwa rivalitas hanya berlangsung selama pertandingan, sedangkan persaudaraan harus tetap dijaga.
“Menang kalah itu hal biasa dalam sepak bola. Yang paling penting kita tetap bersaudara. Boleh saling bercanda, tetapi setelah itu kita kembali bersatu dan menjaga silaturahmi,” pesan Ko Nas.
Ajakan tersebut disambut hangat oleh seluruh peserta nobar. Pendukung Argentina, Spanyol, Brasil hingga tim nasional lainnya tampak saling berjabat tangan dan berpelukan. Tepuk tangan pun menggema menutup seluruh rangkaian acara.
Bagi masyarakat yang hadir, nobar di rumah Ko Nas bukan sekadar menyaksikan final Piala Dunia, tetapi telah menjadi agenda kebersamaan yang mampu menyatukan warga dari berbagai daerah, mulai dari masyarakat Kompleks Tanah Tinggi, sejumlah kelurahan di Kota Ternate, hingga warga Kota Tidore Kepulauan. Melalui canda, hiburan, dan sportivitas, Ko Nas berhasil menghadirkan suasana yang penuh kehangatan, membuktikan bahwa sepak bola dapat menjadi perekat persaudaraan di tengah masyarakat.(Faduli)












