Milad ke-109 Aisyiyah, Pemkot Tidore Tekankan Kolaborasi dan Dakwah Kemanusiaan

Spread the love

Kota Tidore-Fadili1.com,Pemerintah Kota Tidore Kepulauan menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

Pesan tersebut disampaikan Asisten Sekretaris Daerah Bidang Administrasi Umum Kota Tidore Kepulauan, Sofyan Saraha, saat mewakili Wali Kota Tidore Kepulauan dalam sambutan pada peringatan Milad ke-109 Aisyiyah, yang digelar di Aula SMA Negeri 1 Kota Tidore Kepulauan, Sabtu (8/8/2026).

banner 336x280

Kegiatan yang diselenggarakan Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Maluku Utara itu mengusung tema “Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan untuk Mewujudkan Perdamaian.”

Dalam sambutannya, Sofyan menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan selamat atas Milad ke-109 Aisyiyah. Menurutnya, perjalanan panjang Aisyiyah menjadi bukti konsistensi dan keteguhan organisasi tersebut dalam memberikan pengabdian kepada umat dan bangsa.

“Pemerintah Daerah Kota Tidore menyampaikan selamat dan sukses atas terselenggaranya Milad ke-109 Aisyiyah. Kami percaya, usia ini membuktikan perjalanan panjang, keteguhan, serta keikhlasan Aisyiyah dalam mengabdi untuk umat dan bangsa,” ungkap Sofyan.

Ia mengatakan, sejak awal berdiri, Aisyiyah terus membawa semangat Islam berkemajuan melalui berbagai bidang pengabdian, mulai dari pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial hingga penguatan peran perempuan.

“Aisyiyah hadir membawa perubahan melalui pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, serta penguatan peran perempuan dalam kehidupan berbangsa,” ujarnya.

Sofyan menilai kiprah tersebut memperlihatkan bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam pembangunan. Perempuan, kata dia, bukan hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga merupakan bagian penting yang ikut menentukan kemajuan masyarakat.

Karena itu, ia menekankan bahwa pembangunan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan organisasi masyarakat, lembaga pendidikan, tokoh agama, serta masyarakat secara luas.

Dakwah Harus Hadir dalam Aksi Kemanusiaan

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Samsudin Abdulkadir, mengatakan tema Milad ke-109 Aisyiyah memiliki relevansi kuat dengan kondisi kehidupan masyarakat saat ini.

Menurut Samsudin, dakwah tidak semata-mata dimaknai sebagai penyampaian ajaran agama, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat, kepedulian, keadilan, dan kemanusiaan.

“Di tengah kehidupan masyarakat yang dinamis, nilai-nilai kemanusiaan harus diperkuat. Perbedaan tidak boleh menjadi alasan untuk saling menjauh, melainkan menjadi alasan untuk membangun kebersamaan dan perdamaian,” kata Samsudin.

Ia menambahkan, semangat tersebut penting terus dijaga di Maluku Utara yang memiliki keberagaman budaya, latar belakang masyarakat, serta kehidupan sosial yang beragam.

Menurutnya, keberagaman harus ditempatkan sebagai kekuatan untuk mempererat persatuan, bukan menjadi alasan munculnya perpecahan.

Samsudin berharap semangat dakwah kemanusiaan yang digaungkan Aisyiyah dapat terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui gerakan sosial, kepedulian terhadap sesama, penguatan pendidikan, serta upaya membangun perdamaian di tengah masyarakat.

Peringatan Milad ke-109 Aisyiyah pun menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan berbagai organisasi kemasyarakatan dalam mendorong pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat nilai kemanusiaan, persatuan, dan kesejahteraan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *