Faduli1.com-Warga Desa Kawasi, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, menyatakan komitmennya untuk menjaga persatuan dan menolak berbagai bentuk upaya advokasi yang dinilai berpotensi memicu perpecahan atau memperuncing konflik antarwarga. Pernyataan itu disampaikan sebagai bentuk sikap masyarakat yang menginginkan keharmonisan sosial di Desa Kawasi tetap terjaga.
Dalfa Jouronga, salah satu warga Desa Kawasi mengatakan mayoritas warga desa Kawasi menginginkan suasana desa yang aman, damai, dan kondusif. Karena itu pihaknya berharap siapapun yang memiliki kepentingan di Desa Kawasi untuk dapat menghormati dan memahami budaya dan kondisi sosial ekonomi masyarakat.
“Kami menolak bentuk advokasi yang bisa memprovokasi dan berpotensi menimbulkan konflik antar warga. Kami berharap setiap pihak luar yang datang ke desa Kawasi menghormati suasana sosial ekonomi masyarakat desa Kawasi,”kata Dulfa Jumat 17 Juli 2026.
Menurut Dalfa, menjaga keharmonisan antar warga desa merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, pihaknya mengajak masyarakat desa kawasi untuk menghindari tindakan pendampingan yang berpotensi memperkeruh keadaan, serta bersama-sama membangun suasana yang harmonis demi keberlanjutan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa.
Bambang, tokoh masyarakat Desa Kawasi mengungkapkan masyarakat Desa Kawasi memiliki hak untuk menentukan arah pembangunan dan masa depan desa tanpa campur tangan pihak luar yang dinilai kerap membawa agenda tertentu. Karena itu pihaknya menolak aktivitas pendampingan yang tidak memahami kondisi dan dinamika sosial masyarakat desa Kawasi.
“Kami meminta Pemerintah Desa Kawasi bisa menjadikan hal itu sebagai perhatian dan tidak mengijinkan aktivitas yang hanya memecah belah antar warga,”ujar Bambang.
Arifin Saroa, Kepala Desa Kawasi mengatakan Pemerintah Desa Kawasi menghormati aspirasi warga Desa dan memahami keresahan itu. Karena itu pihaknya berharap semua kegiatan di Desa Kawasi bisa berjalan secara profesional dan tidak menimbulkan rasa saling curiga.
“Menghormati dan memahami kondisi psikologis dan sosial warga sangatlah penting dilakukan. Jadi kami minta semua lembaga atau pihak luar yang ingin melakukan aktivitas di desa Kawasi agar melakukan koordinasi kepada Pemerintah Desa”kata Arifin.
Langkah koordinasi dengan Pemerintah Desa ini penting dilakukan agar Pemerintah Desa bisa memiliki informasi yang utuh terkait tujuan dan bentuk kegiatan. Selain itu, langkah itu juga sebagai upaya mencegah kesalahpahaman di tengah warga Desa yang saat ini sangat sensitif dengan berbagai isu perpecahan.
“Pemerintah Desa Kawasi sebenarnya terbuka dan mendukung kegiatan yang bisa mendorong kesejahteraan dan kemajuan desa. Tetapi memang sebaiknya apapun kegiatan di Desa Kawasi dapat dikoordinasikan dulu dengan Pemerintah Desa. Ini penting agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tingkat warga,”ungkap Arifin. (*)












