Wali Kota Tidore di Hadapan Awak Media : “DOB Bukan Sekadar Petisi, Harus Lewat Kajian dan Proses Politik”

Spread the love

Fadulinews.com | Tidore,21/Juli/07/2025 – Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, menyampaikan sikap tegasnya terkait wacana pemekaran wilayah atau Daerah Otonom Baru (DOB) Sofifi dalam sesi wawancara terbuka bersama awak media, Senin (21/7/2025). Ia menyoroti maraknya aksi penggalangan tanda tangan petisi yang dilakukan di tempat-tempat ibadah tanpa disertai dengan dokumen resmi maupun kajian kelayakan yang jelas.

“Sampai saat ini, jangankan Pemerintah Kota, di DPRD pun belum pernah menerima draft resmi soal DOB itu. Jadi saya tanya, model draft-nya seperti apa?” ungkap Muhammad Sinen di hadapan para jurnalis.

banner 336x280

Kritik Terhadap Proses Tak Resmi

Wali Kota menyatakan, dirinya bukan menolak aspirasi, namun mengkritik cara-cara yang tidak menghargai etika pemerintahan dan mekanisme formal. Ia menyebut, pemekaran wilayah bukan sekadar soal dukungan masyarakat lewat petisi, tetapi menyangkut proses politik yang rumit dan bertahap.

> “DOB ini proses politik, bukan top-down dari pemerintah. Harus ada desain, ada kajian kelayakan. Jangan tiba-tiba datang hanya minta tanda tangan lalu berharap pemerintah langsung anggarkan untuk studi. Itu keliru,” tegasnya.

Soroti Gubernur, Minta Komunikasi Formal Saat ditanya soal pernyataan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, yang beberapa kali menyuarakan pemekaran Sofifi dalam berbagai kesempatan nasional, Muhammad Sinen menanggapi dengan kritis.

> “Kalau memang ada pembicaraan lisan, itu tidak cukup. DOB itu tidak bisa hanya dibicarakan lisan. Harus tertulis, lengkap dengan peta wilayah, struktur pemerintahan, pusat administratif, dan siapa inisiatornya,” ujarnya.

 

Ia mengklarifikasi bahwa sampai saat ini, Pemkot dan DPRD belum menerima satu pun usulan tertulis terkait DOB dari pihak manapun, termasuk dari Pemerintah Provinsi.

> “Kalau memang markas perjuangan DOB itu ada, kasih tunjuk desainnya. Jangan cuma bilang mau pisah dari Tidore. Yang ada sekarang hanya percepatan pembangunan, bukan pemekaran,” katanya.

 

Fokus Percepat Pembangunan Sofifi, Bukan Pecah Wilayah Menurut Wali Kota, sejauh ini agenda yang resmi di tingkat pusat adalah percepatan pembangunan kawasan Sofifi, yang mencakup wilayah dari Kayasa hingga Nuku. Bukan pembentukan wilayah administratif baru.

> “Percepatan ini bukan berarti pemekaran. Kita harus hati-hati. Jangan sampai karena euforia sesaat, kita malah menciptakan masalah besar di masa depan,” tegasnya kepada awak media.

 

Komitmen untuk Persatuan Wilayah

Menutup pernyataannya, Muhammad Sinen menegaskan komitmennya untuk menjaga kesatuan dan harmoni antara wilayah Oba dan Tidore. Ia meminta agar seluruh pihak, termasuk tokoh masyarakat, aktivis, dan politisi, dapat menjaga komunikasi yang etis dan konstruktif.

> “Saya dipilih oleh rakyat dari Oba dan dari Tidore. Saya tidak ingin karena wacana yang belum matang, kita pecah belah. Kita harus satukan niat membangun, bukan memisahkan,” pungkasnya.

 

Pernyataan Wali Kota Muhamad Senin atau biasa di sapa (ayah erik) ini menjadi penegasan bahwa pemekaran wilayah bukan sekadar narasi politis, tetapi harus disikapi secara konstitusional, berbasis kajian, dan dengan niat yang jernih demi kepentingan masyarakat luas.

Reporter: idMar

Editor: Redaksi/FaduliNews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *