Faduli1.com | Halmahera Selatan Gane Barat, Jumat (6/2/2026) — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di wilayah pelosok. Di SD Negeri 75 Halmahera Selatan, Kecamatan Gane Barat, program ini telah berjalan setiap hari selama waktu sekolah dan secara nyata meringankan beban orang tua sekaligus meningkatkan semangat belajar siswa.
Sejak MBG diterapkan secara rutin dan telah berjalan hampir satu bulan terakhir, anak-anak tidak lagi dibebani persoalan uang jajan. Mereka datang ke sekolah untuk belajar, menerima makanan bergizi, lalu pulang dengan kondisi fisik dan mental yang lebih baik. Bagi keluarga di pedalaman, kebijakan ini menjadi penopang penting di tengah keterbatasan ekonomi.
Kepala SD Negeri 75 Halmahera Selatan, Suratmi Ode Kasim, S.Pd., Gr., menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kehadiran program MBG di sekolah yang ia pimpin.
“Kami sangat bersyukur atas program Makan Bergizi Gratis ini. Anak-anak sekarang tidak lagi membawa uang jajan. Mereka datang belajar, makan di sekolah, lalu pulang dengan semangat. Orang tua sangat terbantu dan merasa senang,” ungkapnya kepada Faduli1.com.
Menurutnya, program MBG memberikan dampak positif terhadap proses belajar-mengajar. Siswa terlihat lebih fokus, lebih aktif di kelas, dan tidak mudah lelah saat mengikuti pelajaran.
Namun demikian, Suratmi Ode Kasim juga menyampaikan harapan sekaligus pesan penting kepada pihak dapur umum MBG, khususnya dapur MBG di Kecamatan Gane Barat, agar selalu menjaga kualitas makanan yang disajikan kepada siswa.
“Kami berharap kualitas menu yang diberikan benar-benar dijaga. MBG ini sudah hampir sebulan berjalan di sekolah kami, sehingga harus dijaga betul. Ini menyangkut kesehatan anak-anak dan juga kepercayaan orang tua,” tegasnya.
Ia mengakui, meskipun mayoritas orang tua siswa merasa sangat senang dan terbantu dengan adanya MBG, sebagian lainnya masih menyimpan rasa waswas. Hal itu tidak terlepas dari seringnya beredar berita viral di berbagai daerah terkait kasus keracunan siswa-siswi saat menyantap MBG di sekolah.
“Orang tua senang, tapi ada juga yang khawatir karena sering melihat berita keracunan MBG di tempat lain. Karena itu kami berharap dapur MBG di Gane Barat benar-benar memperhatikan kebersihan, pengolahan makanan, dan kualitas menu,” tambahnya.
Hal senada juga disampaikan oleh para guru dan masyarakat sekitar. Mereka menilai program MBG adalah kebijakan strategis dan sangat mulia, sehingga harus dijaga pelaksanaannya agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
Masyarakat berharap dapur MBG Gane Barat dapat menjadi dapur terbaik dan dapur teladan, baik dari segi higienitas, variasi menu bergizi, maupun pengawasan bahan makanan. Menurut mereka, dapur umum merupakan ujung tombak keberhasilan program yang membawa nama besar Presiden.
“Program ini sangat baik, jadi jangan sampai rusak hanya karena kelalaian teknis. Ini bukan hanya soal makan, tapi soal amanah dan menjaga nama baik Presiden di mata rakyat,” ujar salah satu orang tua siswa.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan bagian dari visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam membangun sumber daya manusia unggul sejak usia dini, termasuk di wilayah terpencil. Di SDN 75 Halmahera Selatan, visi tersebut kini hadir nyata—setiap hari—di ruang kelas sederhana di pelosok Maluku Utara.
Warga dan pihak sekolah berharap program ini terus berlanjut, diawasi dengan baik, serta dilaksanakan secara bertanggung jawab. Sebab bagi mereka, MBG bukan sekadar bantuan makanan, melainkan harapan besar bagi masa depan anak-anak desa.
Dengan hadirnya MBG setiap hari sekolah di Gane Barat, satu pesan menguat: negara telah hadir, rakyat merasakan manfaatnya, dan kini semua pihak berkewajiban menjaga kepercayaan itu dengan sungguh-sungguh.
(Tim/Red)










