PT IWIP Ramai Pencitraan, Tapi Bungkam Saat Wartawan Tagih Penjelasan

Spread the love

Pasca dialog yang berlangsung cukup tegang terkait tuntutan masyarakat ring satu, pihak perusahaan yang sebelumnya mengikuti jalannya pertemuan justru memilih langsung meninggalkan lokasi dan menghindari wartawan yang telah menunggu untuk meminta penjelasan resmi.

Wartawan yang berada di lokasi berupaya meminta keterangan mengenai hasil pertemuan, terutama terkait kepastian penyelesaian persoalan air bersih dan sejumlah janji perusahaan kepada warga. Namun, penanggung jawab perusahaan tersebut memilih pergi tanpa memberikan pernyataan apa pun.

banner 336x280

Sikap bungkam itu memicu sorotan dari masyarakat yang menilai perusahaan terkesan aktif membangun citra di media sosial, tetapi tidak terbuka saat dimintai penjelasan mengenai persoalan nyata di lapangan.

“Kalau di media sosial ramai bicara program dan janji, harusnya di lapangan juga berani kasih penjelasan ke publik,” ujar salah satu warga usai pertemuan.

Momen ketika pihak perusahaan menghindari wartawan dinilai semakin memperkuat kekecewaan warga yang sejak awal menuntut kepastian, bukan sekadar janji.

Aksi besar-besaran yang berlangsung hari ini sendiri dipicu oleh akumulasi persoalan yang belum kunjung diselesaikan, mulai dari air bersih, debu jalan, kerusakan atap rumah, dampak ekonomi warga, hingga transparansi program pemberdayaan masyarakat.

Di tengah situasi yang masih memanas, warga telah memberikan ultimatum dua hari kepada PT IWIP untuk menunjukkan langkah konkret atas seluruh tuntutan tersebut.

Minimnya penjelasan resmi dari pihak perusahaan usai pertemuan justru memperkuat kesan bahwa komunikasi dengan masyarakat masih jauh dari harapan, padahal persoalan yang dipersoalkan warga menyangkut kebutuhan dasar dan dampak langsung kehidupan sehari-hari.

Sikap memilih bungkam di hadapan wartawan ini pun menjadi sorotan, karena publik menilai perusahaan seharusnya hadir memberi kejelasan, bukan justru meninggalkan pertanyaan di tengah memuncaknya kemarahan warga.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *