PEMBINAAN DAI DI PELOSOK PEDALAMAN: Dakwah Tumbuh di Atas Lantai Papan, Menyala di Hati Masyarakat

Spread the love

Faduli1.com | Halmahera Timur– Rabu (04/02/2026), di sebuah bangunan panggung sederhana berbahan papan dan beratap rumbia, dakwah Islam tumbuh tanpa kemewahan. Tak ada kursi empuk, tak terdengar pengeras suara, namun nilai-nilai keimanan justru mengalir dengan cara yang paling jujur dan menyentuh.

Pembinaan dai di pelosok pedalaman Halmahera Timur berlangsung dalam suasana penuh kekhidmatan. Dai dan masyarakat duduk melingkar di atas tikar, setara tanpa jarak, saling memandang dan mendengar. Di ruang sederhana itu, dakwah menemukan makna sejatinya.

Ustad Nurhadi, selaku Da’i Pedalaman, menjadi narasumber utama dalam kegiatan pembinaan tersebut. Ia menyampaikan bahwa dakwah di wilayah pedalaman bukan sekadar menyampaikan ceramah,namun sholat bersama membangun ikatan batin dengan masyarakat,

“Di pedalaman, dakwah bukan soal banyaknya jamaah atau megahnya tempat. Yang utama adalah kehadiran, ketulusan, dan kesediaan untuk mendengar serta hidup bersama masyarakat,” ujar Ustad Nurhadi.

Wajah-wajah masyarakat yang hadir—orang tua, pemuda hingga anak-anak—menjadi saksi bagaimana nasihat yang disampaikan dengan ketulusan mampu menembus keterbatasan fasilitas dan jarak geografis. Setiap kata yang keluar bukan hanya pengajaran agama, tetapi juga penguat iman, penenang jiwa, dan penuntun arah hidup.

Kegiatan pembinaan dai ini menjadi ruang belajar bersama, tempat nilai-nilai Islam ditanamkan melalui dialog, keteladanan, dan kebersamaan. Di sinilah dakwah tidak berdiri di atas mimbar tinggi, melainkan hadir sejajar, membumi, dan merangkul.

Makna dakwah kembali ditegaskan: bukan pada ramainya panggung, tetapi pada diam yang menyimak dan hati yang terbuka. Bukan pada kemewahan sarana, melainkan pada ketulusan pertemuan antara dai dan umat.

Masyarakat pedalaman berharap kegiatan pembinaan seperti ini terus berlanjut sebagai sumber cahaya dan penguatan spiritual di tengah keterbatasan. Majelis sederhana tersebut diyakini menjadi pijakan penting dalam menjaga iman dan kebersamaan sosial di wilayah pelosok.

Semoga ikhtiar kecil ini menjadi cahaya yang menetap, menguatkan langkah masyarakat pedalaman hari ini dan seterusnya. Aamiin.

Reporter: Ahmad K
Editor: Faduli1.com