Faduli1.com, Ternate — Upaya wartawan Faduli1.com untuk melakukan konfirmasi langsung di Kantor PLN UPT3 (UPT3/OP3) Ternate sempat mengalami hambatan serius. Sejak pagi hingga siang hari, wartawan kesulitan bertemu dengan Manajer PLN UPT3 Ternate, meskipun telah mengantongi data serta kebutuhan konfirmasi terkait sejumlah persoalan PLN Ternate yang sebelumnya viral di publik.(Senin/26/01/2026)
Pantauan di lapangan menunjukkan, sejak memasuki lingkungan kantor PLN UPT3 Ternate, pelayanan terhadap wartawan dinilai tidak maksimal. Pihak keamanan tidak secara aktif menawarkan buku tamu,nanti wartawan sudah ingatkan baru kasih, sementara alasan ketidakhadiran manajer terus berubah-ubah, mulai dari istirahat, berada di rumah dinas, hingga disebut sedang mengikuti rapat.
Padahal, berdasarkan pengamatan langsung wartawan di lokasi, tidak terlihat adanya aktivitas rapat di dalam kantor. Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar dan memicu kekecewaan, karena akses konfirmasi justru terkesan ditutup pasca mencuatnya persoalan PLN Ternate ke ruang publik.
Situasi tersebut dinilai berbeda dengan pola kepemimpinan sebelumnya di PLN UPT3 Ternate. Pada masa pimpinan terdahulu, manajemen dikenal lebih terbuka dan tidak memilah-milah tamu. Wartawan yang datang untuk kepentingan konfirmasi dan pelayanan informasi publik tetap diterima secara proporsional.
“Dulu pimpinan PLN di sini terbuka, tidak ada kesan pilih-pilih tamu. Sekarang, setelah PLN Ternate viral, wartawan minta data pun sulit diberikan,” ungkap wartawan Faduli1.com.
Namun demikian, pasca pukul 15.00 WIT, salah satu pejabat humas PLN UPT3 Ternate akhirnya menemui wartawan. Dalam pertemuan tersebut, pihak humas menjawab seluruh pertanyaan yang diajukan wartawan secara terbuka dan menyampaikan klarifikasi terkait kondisi internal PLN.
Pihak humas juga mengakui secara jujur bahwa pada keesokan harinya, Manager PLN UPT3 Ternate dijadwalkan akan menjalani pemeriksaan oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Krimsus) Polda Maluku Utara, menyusul persoalan PLN Ternate yang sebelumnya viral.
Meski demikian, wartawan menilai keterbukaan tersebut seharusnya dilakukan sejak awal, bukan setelah wartawan menunggu berjam-jam dan menghadapi berbagai alasan yang dinilai tidak konsisten.
Sikap tertutup di awal ini dinilai bertentangan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang berulang kali menegaskan bahwa pejabat publik, termasuk di lingkungan BUMN, harus bersikap terbuka, responsif, dan tidak alergi terhadap media. Media, kata Presiden, merupakan mitra strategis dalam menjaga transparansi dan kepercayaan publik.
“Wartawan datang untuk konfirmasi agar berita berimbang. Kalau akses ditutup, justru memicu spekulasi dan kecurigaan publik,” tegas wartawan Faduli1.com.
Atas peristiwa ini, Faduli1.com menegaskan komitmen untuk terus mengawal persoalan PLN Ternate secara profesional dan berimbang, sekaligus mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap pola komunikasi dan kepemimpinan di tubuh PLN UPT3 Ternate.
(Faduli)










