FaduliNews, Ternate — Wakil Wali Kota Ternate, Nasri Abubakar, menunjukkan perhatian serius terhadap kebutuhan dasar masyarakat kepulauan, khususnya di Pulau Moti. Kepada wartawan, Nasri menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan rasa keadilan bagi warga pulau terluar, terutama terkait akses Bahan Bakar Minyak (BBM) bagi nelayan.
Nasri mengungkapkan, sebelum dirinya bersama Wali Kota Ternate Tauhid Soleman melakukan kampanye dan turun langsung ke Pulau Moti, banyak keluhan masyarakat yang diterima. Salah satu persoalan paling krusial adalah kesulitan memperoleh BBM. Jarak yang jauh dari pusat distribusi membuat warga harus mengeluarkan biaya tinggi, sehingga BBM menjadi mahal dan sulit dijangkau nelayan.
“Kondisi ini tidak boleh dibiarkan. Nelayan kita di pulau-pulau terluar harus mendapatkan akses BBM yang adil dan terjangkau,” ujar Nasri.
Ia menyebutkan, langkah menghadirkan suplai BBM ke Pulau Moti merupakan bentuk keberpihakan nyata pemerintah kepada masyarakat pesisir.
Namun di sisi lain, suara kritis juga datang langsung dari nelayan Pulau Moti. Salah seorang nelayan yang enggan disebutkan namanya menegaskan agar isu-isu politik tidak didahulukan dibanding kerja nyata di lapangan.
“Ini baru satu tahun. Jangan dulu mimpi jauh soal 2029. Kami butuh kerja nyata, bukan pencitraan yang tidak masuk akal. BBM ini soal hidup nelayan,” ujar nelayan tersebut lugas. Bahkan, salah seorang nelayan Moti yang kerap membeli BBM untuk kebutuhan melaut menilai langkah Wakil Wali Kota tersebut sebagai keputusan tepat karena menunjukkan kepedulian langsung terhadap kehidupan masyarakat pulau.
Dalam kesempatan itu, Nasri Abubakar juga menanggapi pertanyaan wartawan terkait isu politik menuju 2029 yang belakangan ramai diperbincangkan, termasuk hasil survei yang menyebut elektabilitas dirinya dan sejumlah figur lain berada di atas beberapa nama pejabat daerah.
Namun, Nasri memilih bersikap tenang dan tidak menanggapi isu tersebut. Ia menegaskan masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama Wali Kota Tauhid Soleman.
“Jangan dulu berpikir terlalu jauh. Kami baru kurang lebih satu tahun bekerja. Masih banyak PR yang belum selesai. Kenapa harus sibuk menanggapi isu-isu politik, lebih baik bekerja dengan ikhlas dan tenang melayani masyarakat,” tegasnya.
Menurut Nasri, janji pasca-kampanye yang harus dipegang adalah keterbukaan dan kerja kolektif setelah dilantik. Setiap langkah pemerintahan merupakan tanggung jawab bersama, dan fokus utama saat ini adalah memastikan masyarakat benar-benar merasakan dampak dari kepemimpinan yang berjalan.
“Saya masih fokus mendampingi Pak Wali Kota Tauhid. Kepentingan umum harus diutamakan karena masih banyak masyarakat yang belum merasakan dampak langsung dari kepemimpinan kami,” ujarnya.
Nasri menambahkan, selain Pulau Moti, perhatian yang sama juga diberikan kepada Pulau Batang Dua. Ia menargetkan agar distribusi BBM dapat menjangkau kedua wilayah tersebut, sehingga nelayan tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh ke Bitung atau Kota Ternate hanya untuk mendapatkan BBM.
Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, Nasri juga mengimbau para nelayan dan masyarakat yang menggantungkan hidup di laut agar selalu waspada terhadap perubahan cuaca.
“Cuaca akhir-akhir ini sering berubah. Nelayan harus tetap berikhtiar, mengutamakan keselamatan saat melaut,” pungkasnya.
Sebagai penutup, pemberitaan ini menegaskan prinsip dasar jurnalistik: kritik diarahkan pada substansi kebijakan dan kinerja, bukan pada serangan personal. Fokus utamanya adalah memastikan kerja nyata lebih didahulukan daripada ambisi politik, agar kepemimpinan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kepulauan.
(Tim/Red)













