FaduliNews.com_HalmaheraBarat,13/Juni/2025,Di balik kejayaan sejarah dan kekayaan budaya, Desa Tengowango di Kecamatan Ibu Utara, Kabupaten Halmahera Barat,Maluku Utara menyimpan potret ketimpangan sosial yang mencolok. Investigasi lapangan yang dilakukan tim Faduli di dampingi pimpinan media Fadulinews mengungkap realita pahit kehidupan masyarakat di desa ini yang masih bergelut dengan kemiskinan ekstreme.
Salah satu potret nyata ditemukan pada seorang nenek lansia, janda, dan yatim piatu, yang hidup sebatang kara di rumah sederhana yang nyaris roboh. Tak ada fasilitas dasar yang layak. Kondisi ini menjadi simbol dari wajah desa yang terlupakan.
FOTO:Kades di rumah salah satu lansia yang kurang mampu yang juga janda,yatimpiatu
“Kami sudah berkali-kali menyuarakan ini. Banyak warga kami yang hidup miskin dan belum tersentuh bantuan,” ungkap Kepala Desa Tengowango kepada tim investigasi Fadulinews. “Kami berharap ada perhatian dari pemerintah provinsi dan pusat.”karena sejauh ini kami sudah sampaikan ke pemerintah kabupaten Halmahera Barat namun belum ada respons.
Jejak Sejarah yang Dilupakan
Foto: salah satu Staf Desa dan Warga kurang mampu
Desa Tengowango bukan sekadar lokasi geografis biasa. Menurut Kepala Tua Adat, desa ini memiliki akar sejarah panjang sebagai pemukiman asli suku Tabaru. Konon, wilayah ini diberikan langsung oleh Sultan Ternate, almarhum Sultan Babullah, sebagai bentuk pengakuan atas eksistensi dan jasa masyarakat adat Tabaru dalam masa kejayaan Kesultanan Ternate.
Namun kini, desa yang menyimpan sejarah penting ini nyaris tak tersentuh pembangunan. “Kami hanya dijadikan cerita saat perayaan budaya. Tapi hidup kami tidak pernah diperhatikan,” ujar Kepala Tua Adat dengan nada lirih.
Minim Sentuhan Program Pemerintah
Hasil penelusuran Fadulinews menunjukkan bahwa banyak warga Desa Tengowango kurang lebih 36 Rumah yang miris dan memperhatinkan mereka berharap ada bantuan,di mana sebagaian sudah menyediakan matrial bertahun-tahun namun belum bisa membangun dikarenakan keterbatasan anggaran,dan sebagaian rumah juga tidak layak huni.namun dengan ekonomi yang pas pasan mereka terpaksa jalani dengan kehidupan seadanya,masyarakat yang berpenghasilan dari pertanian ini juga memohon agar menteri pertanian bisa turun langsung dan memberikan bantuan di desa mereka,bukan hanya itu akses terhadap layanan kesehatan serta pendidikan sangat terbatas dan butuh kepedulian pemerintah.
Respons Wakil Gubernur Maluku Utara
Berdasarkan temuan tersebut, tim investigasi Faduli berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak Pemerintah Provinsi Maluku Utara.melalui fia Wachtap Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, memberikan respon positif terhadap laporan ini.
Dalam tanggapannya, Sarbin menyetujui pentingnya perhatian serius terhadap masyarakat Desa Tengowango. Ia meminta masyarakat dan pemerintah desa untuk segera membuat permohonan resmi kepada pemerintah provinsi agar proses intervensi bantuan dapat segera dilakukan secara prosedural.
“Kami terbuka untuk membantu. Silakan masyarakat atau kepala desa ajukan permohonan. Pemerintah provinsi siap memfasilitasi,” ujar Wakil Gubernur melalui pernyataan singkat kepada tim Fadulinews.
Desa Adat yang Terpinggirkan
Meski menyimpan potensi budaya dan sejarah yang besar, Desa Tengowange masih jauh dari arus pembangunan. Tidak hanya secara ekonomi, secara simbolik pun mereka merasa terpinggirkan. Peluang menjadikan desa ini sebagai destinasi wisata sejarah atau situs budaya belum pernah disentuh oleh program strategis pemerintah daerah,salah satu warga juga menitipkan pesan kepada wakil rakyat dari kabupaten maupun DPR Ri, DPD RI, agar bertindak jangan hanya diam kalian dulu butuh suara kami datang dengan sejuta janji dan harapan namun setelah duduk di kursi empuk kalian lupa semuanya. Ucapnya
Panggilan untuk Perubahan
Laporan ini adalah bagian dari komitmen FaduliNews dalam mengangkat suara-suara masyarakat yang terpinggirkan. Kami menyerukan agar Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat, Pemerintah Provinsi Maluku Utara,di bawa kepemimpinan ibu serly dan wakil Sarbin sehe,serta pemerintah pusat presiden Prabowo- Kesultanan Ternate agar mengambil langkah konkret dalam membantu masyarakat yang tertinggal khususnya desa adat, serta memberikan perhatian khusus melalui program bantuan yang tepat sasaran.
Catatan Redaksi :Laporan ini adalah hasil observasi langsung tim investigasi Fadulinews, dilengkapi dengan wawancara terhadap kepala desa, tokoh adat, warga, serta konfirmasi kepada pemerintah provinsi. Kami menjunjung tinggi prinsip keberimbangan dan akan terus membuka ruang klarifikasi dari pihak-pihak terkait.
#FADULIPEDULI
—








