Tidore, FN – Seorang kapten tugboat bernama Husen meninggal dunia secara mendadak usai menyandarkan tongkang bermuatan batu bara milik PLTU Tidore, Sabtu (27/9/2025) sekitar pukul 09.30 WIT.
Berdasarkan informasi dari Alves sang koki takbot kepada wartawan FN saat di wawancara di pelabuhan jeti PLTU siang tadi,saksi lain yang di informasikan lewat kapolsek Tidore utara bahwa keterangan saksi, insiden bermula ketika tugboat yang dikemudikan almarhum selesai menarik dan menyandarkan tongkang bermuatan batu bara asal Samarinda ke dermaga PLTU Tidore. Tidak lama kemudian, handel gas tugboat tiba-tiba naik sendiri, sehingga memicu perhatian kru.
Mengetahui hal itu, Kepala Kamar Mesin (KKM) bersama Masinis 3 langsung menuju kamar mesin untuk melakukan pengecekan dan segera mematikan mesin. Setelah memastikan kondisi mesin aman, KKM naik ke anjungan. Saat tiba di sana, KKM mendapati capten Husen sudah terkapar di lantai anjungan. KKM kemudian mengambil alih kemudi untuk menjaga keselamatan kapal dan seluruh kru.
Korban pertama kali dievakuasi menggunakan kendaraanke Puskesmas Ome, Kecamatan Tidore Utara. Sekitar satu jam kemudian, jenazah almarhum dirujuk ke Rumah Sakit Ternate. Menggunakan speed boad Hingga kini, penyebab pasti meninggalnya masih menunggu hasil pemeriksaan medis.
Identitas Korban
-
Nama: Husen
-
Tempat/Tanggal Lahir: Jakarta, 20 Juli 1977
-
Alamat: Jln. Mahoni Blok GL Logoa, Kec. Koja, Jakarta Utara
-
Pekerjaan: Kapten Tugboat
Identitas Saksi
-
Sahril, lahir di Salubanga 17 Desember 1996, alamat Muhajirin Kec. Suli Barat, jabatan Masinis 3.
-
Sukoharjo, lahir 28 September 1973, alamat Desa Kupang Kec. Jabon Kab. Sidoarjo, jabatan Second Engineering.
Kapolsek Tidore Utara saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian sudah turun ke lokasi, melakukan olah TKP, serta mengambil keterangan sejumlah saksi. Barang-barang pribadi almarhum juga telah diamankan.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak PLTU Tidore melalui bagian Humas belum memberikan keterangan resmi terka
it insiden yang terjadi di dermaga pelabuhan PLTU.
Perusahaan tempat almarhum bekerja, ASR Energy Samudera Logistik, juga belum menyampaikan pernyataan resmi pasca kejadian tersebut.
(Faduli)













