Gedung Unit Transfusi Darah RSUD Jailolo Retak Saat Proyek Masih Berjalan, Kontraktor CV Surya Mandiri Pratama–PPK–Pengawas Disorot

Spread the love

Faduli-Halmahera Barat —Gedung baru Unit Transfusi Darah RSUD Jailolo menjadi sorotan keras publik. Pantauan langsung wartawan Faduli menemukan banyak titik keretakan pada dinding bangunan, meski proyek belum diresmikan, belum digunakan, dan masih dalam tahap pengerjaan.

Di lapangan, pekerjaan masih berlangsung, terlihat pemasangan jendela dan pintu yang belum rampung. Ironisnya, di saat finishing berjalan, retakan sudah lebih dulu muncul dan menyebar di sejumlah bagian dinding. Dari kejauhan tampak samar, namun ketika didekati, retakannya banyak, memanjang, dan jelas terlihat, terutama di sudut-sudut bangunan dan sekitar bukaan.

banner 336x280

Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius soal mutu pekerjaan dan pengawasan proyek, terlebih bangunan tersebut merupakan fasilitas vital layanan kesehatan.

Data Papan Proyek: Anggaran Miliaran Rupiah, Berdasarkan papan proyek yang terpasang di lokasi, pekerjaan ini merupakan Proyek Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat, Nama Paket:Pembangunan Gedung Unit Transfusi Darah RSUD, Lokasi Rumah Sakit Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Tahun Anggaran: 2025,Nomor Kontrak: 445/424/PPK-SP-

KONTRAK/DAK/RSUD/V/2025, Nilai Kontrak: Rp 4.792.936.543,20,Waktu Pelaksanaan: 150 hari kalender, Sumber Dana: APBD–DAK, Pelaksana (Kontraktor): CV Surya Mandiri Pratama, Dengan nilai hampir Rp 4,8 miliar, publik menilai wajar jika standar kualitas proyek ini harus maksimal dan tanpa kompromi. Namun fakta di lapangan justru menunjukkan sebaliknya: bangunan belum selesai, retak sudah muncul.

Konfirmasi Buntu, Pejabat RSUD Tak Ada di Tempat

Wartawan Faduli mencoba melakukan konfirmasi langsung ke pihak RSUD Jailolo. Namun saat mendatangi lantai dua, Direktur RSUD tidak berada di tempat, dan Sekretaris juga tidak ditemukan di ruangannya. Tidak ada penjelasan resmi terkait:penyebab keretakan,hasil pengawasan teknis,atau jaminan bahwa bangunan ini aman untuk difungsikan.

Ketidakhadiran pejabat kunci ini memperkuat kecurigaan publik bahwa persoalan kualitas proyek belum siap dipertanggungjawabkan secara terbuka.

Kontraktor, PPK, dan Konsultan Pengawas Dipertanyakan,Dalam proyek konstruksi pemerintah, tanggung jawab tidak hanya berada pada kontraktor. PPK dan konsultan pengawas memiliki peran krusial memastikan setiap tahapan pekerjaan sesuai spesifikasi teknis dan standar keselamatan.

Jika gedung Unit Transfusi Darah RSUD Jailolo sudah retak saat pekerjaan masih berjalan, maka patut diduga:kontraktor tidak bekerja sesuai spesifikasi kontrak,PPK lalai dalam pengendalian dan pengawasan pekerjaan,konsultan pengawas gagal menjalankan fungsi kontrol mutu.

Ketiga unsur ini tidak boleh saling cuci tangan, karena anggaran yang digunakan adalah uang rakyat.

Riwayat Buruk Infrastruktur RSUD Kembali Membayangi, Publik Halmahera Barat belum lupa kasus ambruknya plafon RSUD Jailolo pada 2021, meski bangunan belum berusia lama. Kini, munculnya retakan pada gedung baru Unit Transfusi Darah menguatkan kekhawatiran bahwa pola lama kembali terulang: proyek bernilai miliaran rupiah, namun kualitas dipertanyakan sejak awal.

Pertanyaan Keras untuk Pihak Terkait, Publik menunggu jawaban tegas:Mengapa bangunan belum selesai tapi sudah mengalami keretakan?

Apakah CV Surya Mandiri Pratama bekerja sesuai spesifikasi kontrak?

Apa hasil pengawasan konsultan selama proses pembangunan berlangsung?

Langkah apa yang diambil PPK atas temuan retakan ini?

Apakah gedung ini layak dan aman untuk digunakan nantinya?

Gedung Unit Transfusi Darah bukan proyek biasa. Ia menyangkut keselamatan pasien dan nyawa manusia. Jika bangunan baru bernilai Rp 4,7 miliar lebih sudah retak sebelum selesai, maka ini adalah alarm keras kegagalan kualitas dan pengawasan proyek.

Kontraktor CV Surya Mandiri Pratama, PPK, dan konsultan pengawas wajib membuka data, laporan teknis, serta bertanggung jawab di hadapan publik. Jangan sampai fasilitas kesehatan berubah menjadi monumen proyek mahal yang rapuh sejak lahir.

Wartawan Faduli akan terus mengawal.
Publik berhak tahu ke mana uang negara dibelanjakan dan seberapa aman bangunan ini untuk digunakan.

(Tim/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *