JAKARTA _Faduli1.com, Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Bangkit Maluku Utara (DPP Gerbang Malut) menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kesultanan Tidore dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara atas upaya pelurusan sejarah bergabungnya Maluku Utara ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kemarin Sore, Sabtu (29/8/2026).
Menurut Ketua Dewan Pembina DPP Gerbang Malut Muliansyah Abdurrahman, langkah pelurusan sejarah ini sangat penting untuk meluruskan narasi dan pemahaman publik, baik di tingkat nasional maupun internasional, terkait peran Kesultanan Tidore dan rakyat Malut dalam memperjuangkan dan menjaga kedaulatan NKRI.
“Kami melihat ini sebagai bentuk tanggung jawab moral dan sejarah. Kesultanan Tidore sejak lama telah menunjukkan komitmen kebangsaan. Kini, bersama Pemda Malut, komitmen itu ditegaskan kembali melalui pelurusan fakta sejarah,” ujar Ketua Pembina DPP Gerbang Malut.
Gerbang Malut yang ikut serta dalam menjadi patner kemajuan Maluku Utara menilai, distorsi sejarah dapat melemahkan identitas kebangsaan dan semangat persatuan. Oleh karena itu, pelurusan ini menjadi fondasi penting dalam membangun narasi kebangsaan yang benar, khususnya bagi generasi muda Maluku Utara sebagaimana di Sampaikan Langsung Isak Nasir, selaku perdana menteri di Kesultanan Tidore dan Juga Pendapat NKRI Harga Mati yang di sampaikan Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe .
Lebih lanjut, Ikut Mengomentari Sekjen DPP Gerbang Malut Yusril S. Kaimudin, berharap momentum ini ditindaklanjuti dengan penguatan pendidikan sejarah lokal di sekolah, kurikulum muatan lokal, serta penguatan peran lembaga adat dan budaya dalam pembangunan daerah.
“Kami mendorong Pemda Malut dan Kesultanan Tidore untuk terus berkolaborasi. Sejarah yang lurus akan melahirkan generasi yang cinta tanah air dan bangga menjadi bagian dari Indonesia,” tambahnya.
Di akhir pernyataan, DPP Gerbang Malut menegaskan siap menjadi garda terdepan dalam mengawal pelurusan sejarah, menjaga keutuhan NKRI, dan memperkuat jati diri Maluku Utara sebagai daerah yang berakar pada nilai sejarah dan kebangsaan. Tutup(Tim/Red)








