Warga, khususnya yang berada di kawasan pesisir, diminta tetap tenang dan menghindari kepanikan. Jika diperlukan, evakuasi mandiri ke titik aman harus segera dilakukan demi mengantisipasi kemungkinan yang tidak diinginkan.

Dalam kondisi darurat, Wali Kota Tidore menegaskan keselamatan kelompok rentan menjadi prioritas utama. Bayi, ibu hamil, orang tua, dan lansia diminta segera dievakuasi ke lokasi yang paling aman.
Selain mengimbau masyarakat, Wali Kota juga menginstruksikan para kepala desa, lurah, hingga camat agar bergerak cepat memantau kondisi warga dan merespons setiap keluhan yang muncul di tengah situasi pascagempa.
“Atas nama Pemerintah Kota Tidore, saya telah menginstruksikan petugas BPBD bersama aparatur kelurahan/desa untuk terus melakukan pemantauan berkala di seluruh titik evakuasi. Satpol PP juga telah disiapkan untuk membantu proses evakuasi masyarakat,” tegasnya.
Tak hanya itu, Pemerintah Kota Tidore juga akan segera berkoordinasi dengan TNI dan Polri guna memperkuat penanganan di lapangan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan proses evakuasi lanjutan.
Untuk mengantisipasi kebutuhan warga, Dinas Sosial diminta menyiapkan stok logistik berupa makanan instan dan air bersih. Sementara Dinas Kesehatan mengarahkan seluruh puskesmas untuk siaga penuh serta mendata pasien rawat inap di rumah sakit guna mempermudah proses evakuasi bila kondisi darurat meningkat.
Wali Kota juga mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti arahan petugas dan hanya mempercayai informasi resmi dari BMKG, serta tidak mudah terpengaruh kabar bohong atau hoaks yang dapat memicu kepanikan.
Dengan kesiapsiagaan seluruh unsur pemerintah dan masyarakat, diharapkan situasi tetap aman dan terkendali.
“Tidore aman, nyaman, dan ramah untuk semua.”
#FADULI












