Faduli1.com – Wakil Wali Kota Ternate, Nasri Abubakar, memastikan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kota Ternate hingga saat ini masih dalam kondisi terkendali, meski terjadi lonjakan harga BBM non-subsidi jenis Dexlite di wilayah Maluku dan Maluku Utara.(senin/18/05/2026)
Hingga Mei 2026, harga Dexlite tercatat mengalami kenaikan signifikan hingga mencapai Rp26.000 sampai Rp26.600 per liter. Padahal pada awal April 2026, harga BBM non-subsidi tersebut masih berada di kisaran Rp14.500 hingga Rp15.000 per liter.
Kenaikan harga itu dipicu fluktuasi harga minyak dunia yang menyebabkan selisih harga antara Dexlite dan Biosolar subsidi semakin lebar.
Meski demikian, Nasri menegaskan stok BBM subsidi di Kota Ternate masih aman, baik untuk Pertalite maupun Biosolar.
“Kalau kita lihat bersama, Ternate sampai saat ini masih biasa-biasa saja. Stok aman, baik Pertalite maupun Biosolar,” ujar Nasri usai menghadiri rapat hearing pembahasan kelangkaan BBM subsidi bersama Pemerintah Provinsi Maluku Utara, BPH Migas, Pertamina, organisasi angkutan, serta pengelola SPBU di Kantor Gubernur Maluku Utara, Senin (18/5/2026).
Menurut Nasri, lonjakan harga Dexlite berpotensi memicu peralihan pengguna kendaraan diesel ke Biosolar subsidi karena perbedaan harga yang cukup jauh. Saat Dexlite telah menembus Rp26 ribu per liter, harga Biosolar subsidi masih bertahan di angka Rp6.800 per liter.
Untuk mengantisipasi peningkatan konsumsi Biosolar, Pemerintah Kota Ternate berharap adanya tambahan kuota dari BPH Migas agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan distribusi transportasi tidak mengalami gangguan.
“Pemerintah Kota Ternate berharap adanya tambahan kuota Biosolar dari BPH Migas agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan distribusi transportasi tidak terganggu dalam beberapa bulan ke depan,” pungkasnya.(faduli)








