Fadulinews.com | Jakarta, 2 Juni 2025 — Presiden terpilih Prabowo Subianto menerima kunjungan kehormatan dari Utusan Khusus Perdana Menteri Inggris untuk Urusan Pendidikan, Prof. Sir Steve Smith, di Jakarta. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya mempererat kerja sama strategis antara Indonesia dan Inggris di sektor pendidikan tinggi.
Didampingi Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, serta perwakilan dari Russell Group—jaringan universitas papan atas di Inggris—Prof. Steve Smith menyampaikan komitmen pemerintah Inggris untuk meningkatkan kolaborasi pendidikan, penelitian, dan pertukaran pelajar dengan Indonesia.
Fokus utama pertemuan ini mencakup rencana pendirian kampus cabang universitas unggulan Inggris di Indonesia, peningkatan jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di Inggris, serta penguatan kerja sama riset lintas institusi. Secara khusus, kolaborasi penelitian akan diarahkan pada hilirisasi 28 sumber daya alam prioritas yang menjadi agenda pembangunan Indonesia ke depan.
“Kolaborasi ini diharapkan menjadi jembatan bagi generasi muda Indonesia untuk mengakses pendidikan kelas dunia, sekaligus memperkuat ekosistem riset nasional yang mampu bersaing secara global,” ujar Prabowo dalam pertemuan tersebut.
Hadir pula dalam delegasi Inggris sejumlah akademisi terkemuka, seperti Prof. Helen Bailey dari Queen Mary University of London, Prof. Funmi Olonisakin dari King’s College London, Prof. Tariq Ali dari University of Liverpool, serta perwakilan British Council Indonesia, Summer Xia.
Pengamat pendidikan tinggi dari Universitas Indonesia, Dr. Lina Marwati, menilai inisiatif ini sebagai langkah positif. “Jika terealisasi, kehadiran kampus-kampus top dunia di Indonesia tidak hanya meningkatkan kualitas SDM, tetapi juga mempercepat alih teknologi dan riset inovatif yang sesuai kebutuhan nasional,” katanya saat dihubungi secara terpisah.
Namun demikian, sejumlah kalangan juga mengingatkan pentingnya regulasi yang ketat untuk memastikan transfer ilmu yang adil dan tidak menggeser peran perguruan tinggi lokal. “Kita perlu menjamin bahwa kerja sama ini benar-benar mutual dan berorientasi pada kepentingan nasional jangka panjang,” ujar Ketua Ikatan Dosen Indonesia, Prof. Dedi Rahman.
Langkah strategis ini sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai pilar utama. Pemerintah Indonesia dan Inggris dijadwalkan melanjutkan dialog teknis dalam waktu dekat guna merumuskan kerangka kerja sama yang lebih rinci.(Tim/red)















