TERNATE-FN Kamis/ 20 Februari 2025 – Polres Ternate akhirnya memberikan klarifikasi terkait insiden yang terjadi saat razia pasangan bukan suami istri dan operasi minuman keras (miras) menjelang Ramadan, di mana seorang anggota intel diduga menghalang-halangi wartawan dalam menjalankan tugasnya.
saat di pertemukan di ruang Humas polres ternate wartawan dengan Anggota Intel langsung saling memafkan di mana Kasi Humas Polres Ternate, mengatakan pihaknya menyampaikan permohonan maaf kepada wartawan dan menegaskan bahwa insiden tersebut terjadi karena kesalahpahaman,Hal serupa juga di sampaikan oleh kasat Intel Dan Kanit Intel polres ternate, setelah melakukan pertemuan kurang lebih sejam wartawan dan Anggota Intel polres ternate langsung saling peluk dan Meminta maaf .
wartawan juga menyampaikan jika Anggota tersebut Ternyata adik dari teman baik di Humas polda di mana kakanya Anggota Intel ini cukup baik suka becanda dengan wartawan dan untuk kejadian ini saya said secara pribadi juga meminta maaf jika tidak terjadi seperti ini maka kita tidak akan tahu,ini jalan Allah mempertemukan kita semua pasalnya sudah bertahun-tahun saya tidak muncul di polres,jadi pak kasat dan pak Kanit Intel dulu pernah sebelum menjabat kami sering ketemu di polsek ternate selatan,Dan alhamdulillah sejauh ini mereka semua sudah punyak jabatan,ujar id
Lanjut untuk Humas Kami Polres Ternate ingin menyampaikan permohonan maaf kepada saudara Said Marsaoly dan rekan-rekan media atas insiden yang terjadi. Anggota intel yang bersangkutan baru saja pindah tugas dan belum mengetahui bahwa saudara Said Marsaoly adalah wartawan yang telah lama menjadi mitra kepolisian.
Lebih lanjut, Kasi Humas menjelaskan bahwa tidak ada niat dari kepolisian untuk membatasi kebebasan pers atau menghalangi wartawan dalam melakukan tugas jurnalistik. Kejadian tersebut murni disebabkan oleh kurangnya koordinasi di lapangan.
“Kami sangat menghargai peran wartawan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Tugas jurnalis adalah bagian penting dari keterbukaan informasi publik, dan kami memastikan bahwa Polres Ternate tetap berkomitmen dalam mendukung kebebasan pers,” tambahnya.
Selain itu, Polres Ternate juga mengajak rekan-rekan media untuk terus bersinergi dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang kepada masyarakat, terutama dalam isu-isu keamanan dan ketertiban di Kota Ternate.
Sementara itu,said juga menyambut baik permintaan maaf tersebut dan berharap kejadian serupa tidak terulang lagi di masa depan Mari saling memebrikan inforamsih agar kedepannya bisa mengawal program polri presisi.
“Saya menghargai itikad baik dari adik abi secara Umur saya lebih tua untuk itu ke depan, saya berharap ada komunikasi yang lebih baik antara kepolisian dan media agar tidak ada lagi penghalangan tugas jurnalistik yang bertentangan dengan UU Pers,” ujar Said.
Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan hubungan antara kepolisian dan media tetap berjalan dengan baik demi kepentingan bersama dalam menyajikan informasi yang transparan dan akurat kepada masyarakat.
(Ijul)









