Faduli.com – Penyaluran bantuan beras Bulog di Desa Bangul pada Rabu, 20 Mei 2026, sekitar pukul 10.50 WIT, menuai sorotan warga. Sejumlah masyarakat mempertanyakan mekanisme pembagian bantuan karena diduga tidak sesuai dengan data penerima yang telah ditetapkan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Faduli.com, beberapa warga mengaku terdapat nama-nama yang tercantum dalam daftar penerima bantuan, namun tidak memperoleh beras Bulog saat pembagian berlangsung. Bantuan tersebut justru disebut dialihkan kepada pihak lain.
Tidak hanya itu, warga juga menyoroti adanya nama penerima yang disebut sudah tidak lagi berada di desa, namun tetap tercatat dan menerima bantuan beras Bulog.
Kondisi tersebut memicu keresahan dan kecemburuan sosial di tengah masyarakat. Salah satu warga mempertanyakan transparansi penyaluran bantuan yang dinilai tidak berjalan sebagaimana data yang ada.
“Ada apa sebenarnya? Nama-nama yang jelas ada di data justru tidak mendapatkan beras, sementara ada yang dialihkan ke pihak lain,” ujar salah satu masyarakat kepada Faduli.com.
Warga menyebut data penerima bantuan tersebut diperoleh dari pemerintah desa setempat. Namun hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan resmi dari Kepala Desa Bangul terkait alasan pengalihan sejumlah nama penerima beras Bulog tersebut.
Di sisi lain salah satu sumber yang tak mau di sebutkan namanya, mengungkapkan bahwa warga yang namanya tidak menerima beras Bulog disebut akan ditangani oleh kepala desa dan diganti dengan beras toko sebagai solusi. Meski demikian, hingga saat ini sejumlah warga mengaku belum menerima pengganti yang dimaksud.
Situasi ini mendorong masyarakat berharap adanya klarifikasi resmi dari pemerintah desa agar persoalan tersebut tidak menimbulkan polemik berkepanjangan serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap penyaluran bantuan sosial.
Faduli.com masih berupaya mengonfirmasi Kepala Desa Bangul untuk memperoleh penjelasan dan klarifikasi terkait dugaan ketidaksesuaian pembagian beras Bulog tersebut.














