FaduliNews_Tidore – Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTSN) 2 Kota Tidore menjadi salah satu lembaga pendidikan di Maluku Utara yang mendapat bantuan rehabilitasi dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun 2025. Bantuan ini menyasar sembilan titik bangunan, termasuk ruang belajar, laboratorium komputer, serta ruang UKS yang kondisinya sudah tidak layak.(senin/16/09/2025)

Dalam wawancara bersama FaduliNews, Kepala MTSN 2 Kota Tidore, Asri Jafar, mengungkapkan rasa syukur sekaligus apresiasi atas perhatian pemerintah.
Foto:Kepala Sekolah MTS NEGERI 2 TIKEP Asri Jafar di Ruangan kerja
“Secara pribadi dan kelembagaan, kami sangat berterima kasih. Terutama kepada pimpinan kami di Kanwil Kementerian Agama, dan juga pihak PUPR yang sudah menjangkau hingga ke Kota Tidore. Karena biasanya PUPR lebih banyak fokus pada sekolah di bawah Dinas Pendidikan, dan kali ini madrasah pun ikut tersentuh,” tutur Asri Jafar.
Proses Seleksi dan Verifikasi Ketat
Asri menjelaskan, bantuan yang diterima tidak serta-merta, melainkan melalui proses seleksi dan verifikasi ketat. Dari sejumlah madrasah di Kota Tidore, hanya beberapa yang lolos. Untuk tingkat tsanawiyah, hanya MTSN 2 Kota Tidore yang berhasil mendapatkan proyek rehabilitasi.
Tim PUPR bersama Kanwil Kementerian Agama sudah turun lapangan hingga tiga kali untuk memastikan kondisi bangunan. Verifikasi melibatkan Balai PUPR Provinsi Maluku Utara, Kanwil Kemenag Malut bidang perencanaan, hingga tim teknis pusat.
“Ada 12 ruang di madrasah kami. Dari hasil survei, lima ruang masih layak sehingga tidak disentuh. Sementara enam ruang belajar, laboratorium komputer, dan ruang UKS masuk daftar prioritas rehabilitasi. Bahkan selasar yang kondisinya hampir rubuh akhirnya juga bisa masuk dalam sasaran, setelah kami komunikasikan dengan pengawas dan pemborong,” jelasnya.
Foto FN (Dokumentasi) : Proses rehabilitasi bangunan MTSN 2 Kota Tidore oleh PUPR
Bentuk Perhatian Nyata
Lebih lanjut, Asri menegaskan bahwa bantuan ini adalah bentuk perhatian nyata pemerintah terhadap keberadaan madrasah. Menurutnya, sudah sekian tahun pihaknya berharap adanya tambahan ruang belajar maupun renovasi fisik, karena sebagian bangunan sudah tidak layak pakai.
“Alhamdulillah tahun 2025 ini, madrasah kami bisa mendapat bagian. Kami berkomitmen menjaga dan memanfaatkan fasilitas yang dibangun dengan sebaik-baiknya demi kelancaran proses pendidikan,” katanya.
Harapan untuk Madrasah Lain
Meski bersyukur, Asri juga menyampaikan harapan agar perhatian pemerintah tidak berhenti hanya pada MTSN 2.
“Masih banyak madrasah lain di Kota Tidore yang juga perlu diperhatikan. Mudah-mudahan program seperti ini bisa berlanjut, sehingga ada pemerataan fasilitas pendidikan untuk semua madrasah,” pungkasnya.
Dengan adanya rehabilitasi ini, MTSN 2 Kota Tidore optimis mampu meningkatkan kualitas belajar-mengajar. Sementara proyek rehabilitasi sendiri mencakup 9 titik bangunan yang tengah dikerjakan sepanjang tahun 2025.
(FADULI)








