Sejak pagi hari,masyarakat RT 02 sudah berada di halaman masjid memadati halaman bertempat di bawa tenda yang di siapkan untuk menampung ribuan masyarakat yang menanti Kehadiran Wali Kota bersama Wakil Wali Kota Ahmad Leman, Dandim, Kapolres, Imam Masjid, serta para tokoh agama disambut hangat dengan lantunan shalawat dan tepuk tangan meriah.
Prosesi peresmian diawali dengan gunting pita oleh Wali Kota. Rombongan lalu memasuki masjid dan bersama-sama menunaikan doa syukur. Suasana hening penuh kekhusyukan, sementara lantunan doa dan zikir menggema, menegaskan bahwa Masjid Al-Mujahidin bukan hanya bangunan, tetapi juga pusat persatuan umat di Rum.
Setelah doa, masyarakat dan rombongan berpindah ke tenda ramah tamah. Hidangan khas Tidore—nasi jaha, ikan bakar, hingga kue tradisional—tersaji untuk dinikmati bersama. Wali Kota tampak duduk semeja dengan warga, menyapa satu per satu, menyalami ibu-ibu, bercanda dengan anak-anak, bahkan berfoto bersama pemuda. Kehangatan ini membuat peresmian terasa akrab, penuh kebersamaan, jauh dari sekadar acara formal.
Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan pesan menyejukkan. Ia menyinggung perbedaan politik yang lalu, namun menegaskan bahwa semuanya sudah berlalu.
“Kalau kemarin dalam politik ada yang tidak memilih saya, itu bukan masalah. Semua tetap saya rangkul dengan kasih sayang. Yang sudah berlalu biarlah berlalu. Sekarang saatnya kita satukan hati. Saya ini orang Rum, dan hari ini saya diberi amanah menjadi Wali Kota. Mari kita bangun kota ini bersama tanpa membeda-bedakan,” ucapnya disambut tepuk tangan riuh warga.
Tidak hanya itu, Wali Kota juga menanggapi aspirasi masyarakat Rum RT 02, khususnya soal kondisi jalan di belakang kampung yang rusak maupun belum terbangun.
“Insya Allah tahun depan jalan di belakang kampung akan kita bangun. Itu tanggung jawab pemerintah,” tegasnya.
Selain infrastruktur, ia memastikan dukungan penuh terhadap penyelesaian pembangunan masjid.
“Untuk masjid ini yang masih kurang sekitar 15 persen, pemerintah kota akan membantu kurang lebih 300 juta rupiah. Insya Allah selesai, dan masjid ini benar-benar akan menjadi kebanggaan kita semua,” tambahnya.
Sebelum meninggalkan lokasi, Wali Kota menyempatkan diri untuk berfoto bersama Imam Masjid dan seluruh pengurus Masjid Al-Mujahidin. Senyum bahagia dari para pengurus masjid menggambarkan rasa syukur mereka, sementara masyarakat berkerumun ikut mengabadikan momen bersejarah itu.
Imam Masjid Al-Mujahidin pun menyampaikan rasa terima kasihnya di hadapan warga.
“Alhamdulillah, hari ini doa kami terjawab. Masjid ini akhirnya bisa diresmikan dengan dukungan semua pihak, terutama pemerintah kota. Kami berterima kasih kepada Wali Kota, Wakil Wali Kota, dan semua yang telah membantu. Insya Allah masjid ini akan menjadi pusat ibadah dan kegiatan umat di Rum RT 02 dan sekitarnya,” ungkapnya penuh haru.
Peresmian Masjid Al-Mujahidin ditutup dengan doa bersama. Namun lebih dari itu, yang tertinggal adalah kenangan manis tentang persatuan: pemimpin dan rakyat yang duduk bersama, janji pembangunan yang ditegaskan, serta kehangatan hubungan Wali Kota dengan Imam dan pengurus masjid.
Bagi warga Kelurahan Rum RT 02 dan sekitarnya, hari itu akan selalu dikenang sebagai momentum penting: masjid berdiri kokoh, pembangunan dijanjikan, dan pemimpin hadir bukan hanya meresmikan, tetapi juga merangkul dengan ketulusan.
#FADULIPEDULI














