Jembatan Akiaru Putus 50 Meter, Akses Galela–Loloda Terputus Total; 10 Desa di Wilayah Galela Dilanda Banjir

Spread the love

Halmahera Utara, Faduli – Kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah Galela dan sekitarnya berdampak serius terhadap infrastruktur dan keselamatan masyarakat. Jembatan Akiaru yang berada di Desa Bobisingo, Kecamatan Galela Utara, dilaporkan mengalami kerusakan parah setelah oprit jembatan putus sepanjang kurang lebih 50 meter, mengakibatkan akses jalan Galela–Loloda terputus total.

Putusnya oprit jembatan ini menyebabkan jalur utama penghubung Galela dan Loloda tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Aktivitas masyarakat lumpuh, mulai dari mobilitas warga, distribusi logistik, hingga akses layanan kesehatan dan pendidikan.

banner 336x280

Pantauan di lokasi menunjukkan badan jalan amblas dan membentuk jurang cukup dalam. Puluhan warga tampak berkumpul menyaksikan kondisi jembatan yang rusak, sementara struktur tanah di sekitar oprit masih labil dan berpotensi mengalami longsor susulan.

“Putusnya kurang lebih 50 meter. Ini akses utama masyarakat, sekarang sudah tidak bisa dilewati sama sekali,” ungkap salah satu warga Desa Bobisingo.

10 Desa Dilanda Banjir di Wilayah Hukum Polsek Galela

Selain kerusakan jembatan, Faduli juga menerima data sementara terkait bencana banjir yang melanda 10 desa di wilayah hukum Polsek Galela, akibat tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir.

Adapun desa-desa yang terdampak banjir meliputi:

Kecamatan Galela Selatan (Galsel):Desa Igobula,Desa Ori, Desa Soakonora, Desa Togawa (bagian kompleks Kristen, jalan belakang menuju Soakonora)

Kecamatan Galela Utara (Galut):Desa Tutumaleleo, Desa Pelita, Desa Togasa, Desa Salimuli, Desa Dodowo, Kecamatan Galela Barat (Galbar):

Desa Roko Banjir dilaporkan merendam permukiman warga dan sejumlah akses jalan desa. Hingga saat ini, pendataan dampak dan kerugian masih terus dilakukan, sementara masyarakat di beberapa wilayah memilih tetap siaga mengantisipasi kemungkinan banjir susulan.

Imbauan Waspada

Menyikapi kondisi tersebut, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan menjaga keselamatan, khususnya dengan menjauh dari lokasi-lokasi yang rawan bencana seperti bantaran sungai, aliran air, daerah perbukitan, serta lereng yang berpotensi longsor. Warga juga diminta mewaspadai pohon-pohon besar di sekitar pekarangan rumah yang berisiko tumbang akibat angin kencang dan tanah labil.

Warga berharap pemerintah daerah Kabupaten Halmahera Utara melalui instansi terkait seperti BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum dapat segera turun ke lapangan untuk melakukan penanganan darurat, baik terhadap kerusakan jembatan maupun dampak banjir yang meluas di wilayah Galela.

Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat adanya penanganan darurat secara menyeluruh di lokasi terdampak. Masyarakat diminta untuk tidak memaksakan diri melintasi jalur putus dan terus mengikuti perkembangan informasi resmi demi keselamatan bersama.

#FaduliPeduli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *