Tepat pukul 06.44 WIT, pesawat Garuda Indonesia GA648 rute Jakarta–Ternate mendarat membawa Brigjen Pol Arif Budiman bersama istri, Ny. Rinny Arif Budiman.
Setibanya di Kota Ternate, Kapolda baru langsung disambut dengan prosesi adat Joko Kaha, ritual penghormatan sakral bagi tamu kehormatan yang pertama kali menginjakkan kaki di bumi kesultanan.
Prosesi adat yang sarat makna itu berpadu dengan nuansa kenegaraan, menandai awal kepemimpinan baru di tubuh Polda Maluku Utara. Penyambutan tersebut menjadi simbol bahwa amanah sebagai Kapolda bukan sekadar jabatan struktural, tetapi tanggung jawab besar dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah kepulauan yang strategis.
Sejumlah pejabat penting turut hadir dalam penyambutan tersebut, di antaranya Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe, Sekda Maluku Utara Samsuddin Abdul Kadir, Wakapolda Maluku Utara Brigjen Pol Stephen M. Napiun, serta Danrem 152/Baabullah Brigjen TNI Enoh Solehudin.
Turut hadir pula Kepala Basarnas Ternate Iwan Ramdani, Kepala BNN Maluku Utara Kombes Pol Taryono Raharja, Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Utara Sufari, Danlanal Ternate Kolonel Laut (P) Gurtom Fartianto, hingga Ketua DPRD Provinsi Maluku Utara Iqbal Ruray.
Kehadiran unsur Forkopimda tersebut menunjukkan besarnya perhatian terhadap pergantian tongkat komando di Polda Maluku Utara. Institusi kepolisian memegang peran strategis dalam menjaga stabilitas daerah di tengah perkembangan investasi, dinamika sosial-politik, hingga tantangan keamanan kawasan kepulauan.
Kabid Humas Polda Maluku Utara Kombes Pol Wahyu Istanto Bram membenarkan prosesi penyambutan adat tersebut.
“Bapak Kapolda bersama ibu disambut dengan adat Joko Kaha saat tiba di Bandara Sultan Baabullah Ternate,” ujarnya kepada wartawan.
Usai prosesi penyambutan, Brigjen Pol Arif Budiman dijadwalkan langsung mengikuti sejumlah agenda internal bersama jajaran Polda Maluku Utara.
Kedatangan jenderal bintang satu tersebut membawa harapan baru bagi masyarakat Maluku Utara, dengan semangat memperkuat pelayanan kepolisian yang responsif, menjaga keamanan daerah, serta memastikan Maluku Utara tetap kondusif di tengah pertumbuhan dan pembangunan kawasan timur Indonesia.(faduli)












