Faduli1.com – Bogor,Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Senin (2/2/2026).
Rakornas tersebut dihadiri para menteri Kabinet Indonesia, kepala lembaga, gubernur, bupati, wali kota, serta unsur TNI, Polri, dan Kejaksaan dari daerah, sebagai bagian dari penguatan koordinasi lintas sektor pemerintahan dan penegakan hukum.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo menyampaikan peringatan keras kepada seluruh pejabat negara agar tidak mempermainkan anggaran negara.
“Anggaran dirongrong, markup di mana-mana. Barang yang seharusnya Rp10 juta dinaikkan sampai 150 kali. Jangan kira saya tidak tahu,” tegas Presiden.
Presiden menekankan bahwa setiap rupiah uang negara merupakan amanah rakyat yang harus digunakan sepenuhnya untuk kepentingan publik, terutama sektor pendidikan, kesejahteraan guru, serta perbaikan sarana dan prasarana sekolah.
“Kita butuh setiap rupiah untuk kepentingan rakyat. Jangan mencuri uang rakyat,” ujarnya.
Prabowo meminta para menteri, kepala daerah, serta pimpinan institusi mengawasi langsung jajaran di bawahnya dan membersihkan birokrasi dari praktik penyimpangan anggaran. Ia menegaskan, sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan aparat penegak hukum menjadi kunci menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih.
Rakornas ini, menurut Presiden, bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum strategis menyatukan visi dan langkah pembangunan nasional.
“Dunia ini tidak berjalan dalam keadaan ideal. Yang kuat akan berbuat apa yang mereka kehendaki, yang lemah akan menderita. Tugas saya sebagai presiden adalah menjaga bangsa dan rakyat,” tegasnya.
Menanggapi dinamika demokrasi, Presiden menyatakan perbedaan pendapat dan kritik adalah hal wajar, namun tidak boleh berujung pada kerusuhan yang merugikan negara.
“Kalau tidak suka sama Prabowo, silakan. Tahun 2029, bertarung. Tapi jangan merusak bangsa ini,” katanya.
Presiden juga menyinggung capaian penciptaan lapangan kerja. Ia menyebut pemerintah telah membuka lebih dari satu juta lapangan pekerjaan, salah satunya melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selain itu, Presiden menyoroti persoalan lingkungan dan meminta seluruh kementerian, lembaga, BUMN, serta pemerintah daerah memberi contoh nyata.
“Sebelum masuk kantor, minimal 30 menit bersihkan lingkungan. Negara harus memberi teladan,” tandasnya.
Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 diharapkan menjadi tonggak penguatan sinergi nasional, disiplin anggaran, serta komitmen bersama dalam menjaga uang negara demi kepentingan rakyat.
Red/Faduli










