Ternate | Faduli1.com – Pelantikan Pengurus Pemuda Hidayatullah Maluku Utara (Malut) tidak dimaknai sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan menjadi momentum evaluasi dan penegasan arah perjuangan gerakan dakwah di tengah tantangan sosial yang kian kompleks. (Sabtu/07/02/2026)
Kegiatan pelantikan yang digelar di PPTQ Hidayatullah Gambesi, Kota Ternate, Jumat (06/02/2026) pukul 14.00 WIT itu menjadi ruang refleksi atas peran strategis pemuda dalam menjaga nilai-nilai keislaman, moralitas generasi, serta kontribusi nyata bagi umat dan masyarakat.
Di tengah arus digitalisasi, krisis keteladanan, serta melemahnya tradisi kaderisasi, Pemuda Hidayatullah dituntut tidak hanya aktif secara struktural, tetapi juga mampu menghadirkan solusi konkret atas problem sosial yang dihadapi umat. Pelantikan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa amanah kepemimpinan harus dibuktikan melalui kerja nyata, bukan sekadar simbol jabatan.
Ketua DPW Hidayatullah Maluku Utara, Drs. Nasri Bohari, M.Pd, dalam sambutannya menegaskan bahwa kepengurusan baru harus menjadikan kaderisasi sebagai prioritas utama. Menurutnya, tantangan dakwah hari ini tidak cukup dijawab dengan pendekatan konvensional, tetapi membutuhkan inovasi, keteladanan, serta konsistensi dalam pembinaan.
“Jika pelantikan hanya berhenti pada seremoni, maka kita sedang kehilangan ruh perjuangan. Pemuda harus hadir sebagai penggerak perubahan, bukan sekadar pelengkap struktur,” tegasnya.
Senada dengan itu, Muh. Nashirul Hak, Ketua Pemuda Hidayatullah Maluku Utara terpilih, menyampaikan bahwa kepengurusan yang dipimpinnya akan fokus pada penguatan kualitas kader, peningkatan literasi keislaman, serta penguatan peran sosial agar dakwah yang dijalankan benar-benar berdampak.
Ia mengakui bahwa tantangan terbesar ke depan adalah menjaga idealisme di tengah tekanan pragmatisme dan budaya instan.
“Kami menyadari amanah ini tidak ringan. Karena itu, kami berkomitmen membangun gerakan yang terukur, berkelanjutan, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya sikap adaptif tanpa kehilangan arah perjuangan.
“Pemuda Hidayatullah harus adaptif—bukan larut dalam arus, tetapi mampu mengarahkan arus. Kita harus hadir di ruang-ruang strategis seperti pendidikan, ekonomi umat, lingkungan, media digital, dan isu-isu kemanusiaan,” tambahnya.
Prosesi pelantikan pengurus Pemuda Hidayatullah Maluku Utara dilakukan langsung oleh Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Pemuda Hidayatullah, disaksikan tokoh masyarakat, pengurus wilayah, serta kader dari berbagai daerah. Momentum ini sekaligus menjadi ajang konsolidasi internal organisasi.
Perwakilan Pengurus Pusat Pemuda Hidayatullah, Refra, dalam sambutannya menegaskan bahwa organisasi kepemudaan berbasis dakwah harus mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri perjuangan.
“Pemuda Hidayatullah tidak boleh terjebak dalam rutinitas seremonial. Kita harus keluar dari zona nyaman dan hadir langsung di tengah problem umat, mulai dari persoalan moral, pendidikan, hingga kemandirian ekonomi,” ungkapnya.
Dengan dilantiknya kepengurusan baru ini, publik menaruh harapan besar pada Pemuda Hidayatullah Maluku Utara. Lebih dari sekadar agenda rutin, pelantikan ini menjadi titik awal pembuktian: apakah amanah benar-benar diwujudkan dalam kerja nyata, atau hanya berhenti sebagai catatan seremonial dalam perjalanan organisasi.
Reporter: Ahmad K
Editor: Faduli1.com













