Faduli.com – Tidore,Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sultan Babullah Ternate mengeluarkan peringatan keras terkait potensi cuaca ekstrem yang akan melanda wilayah Maluku Utara pada 5 hingga 11 Januari 2026. Menindaklanjuti peringatan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tidore Kepulauan langsung memerintahkan seluruh kecamatan untuk meningkatkan kesiapsiagaan penuh.
Dalam surat resmi bernomor 300.8/146/34/2026 yang diterbitkan pada 5 Januari 2026, Kepala Pelaksana BPBD Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Abubakar S.Pd., M.Si, meminta seluruh camat untuk waspada terhadap ancaman bencana hidrometeorologi, terutama hujan lebat, angin kencang, dan kondisi ekstrem lainnya yang berpotensi memicu banjir, longsor, serta pohon tumbang.
BPBD Minta Kecamatan Tingkatkan Koordinasi dan Sistem Kesiapsiagaan
BPBD menekankan pentingnya:Meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait.
Menyiapkan sumber daya serta memperbarui informasi cuaca dari BMKG.
Memantau kondisi lapangan dan menyampaikan peringatan kepada masyarakat.
Memastikan kesiapan jalur evakuasi serta rambu-rambu keselamatan.
Langkah-langkah ini dinilai penting mengingat cuaca ekstrem diperkirakan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.
BMKG: Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang Mengancam Maluku Utara
Dalam press release resmi, BMKG menjelaskan bahwa dinamika atmosfer menunjukkan adanya belokan angin dan penumpukan massa udara yang memicu pertumbuhan awan hujan di Maluku Utara. Kondisi cuaca diprediksi Berawan–Hujan Lebat, dengan potensi disertai petir dan angin kencang.
Wilayah terdampak meliputi sebagian besar kabupaten/kota, termasuk:Kota Tidore Kepulauan,Kota Ternate,Halmahera Utara, Halmahera Barat,Halmahera Tengah,Halmahera Timur,Halmahera Selatan,Kepulauan Sula,Pulau Taliabu
BMKG juga mengingatkan adanya potensi dampak hidrometeorologi berupa:Banjir dan banjir bandang, Longsor,Pohon tumbang,Penurunan jarak pandang,Angin kencang di berbagai wilayah
BPBD: Masyarakat Diminta Tetap Tenang Namun Tetap Siaga
BPBD Tidore mengimbau masyarakat untuk:Mengenali potensi bencana di lingkungan masing-masing.Menghindari aktivitas di kawasan pesisir dan perbukitan.
Mengecek prakiraan cuaca sebelum bepergian lewat jalur darat, laut, maupun udara.
Mengikuti seluruh informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah.
“Koordinasi, informasi, dan kesiapsiagaan menjadi kunci menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Kami meminta masyarakat tetap tenang namun tetap waspada,” tegas Muhammad Abubakar S.Pd., M.Si. kepala BPBD Kota Tidore
(Faduli)













