Fadulinews.com | Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali menegaskan komitmennya untuk mewujudkan keadilan energi di seluruh penjuru Tanah Air. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa dalam lima tahun ke depan (2025–2029), akses listrik akan menjangkau seluruh desa, termasuk daerah-daerah terpencil, melalui Program Listrik Desa (Lisdes).
“Ini adalah bentuk pemerataan dan keadilan energi dari Aceh sampai Papua,” tegas Bahlil dalam konferensi pers usai peluncuran Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025–2034, di Jakarta.
Melalui Lisdes, pemerintah menargetkan elektrifikasi ke 5.758 desa yang belum teraliri listrik dengan membangun pembangkit berkapasitas total 394 megawatt (MW) serta penyambungan listrik ke 780 ribu rumah tangga. Proyek ini akan membutuhkan investasi sekitar Rp50 triliun, dan dilaksanakan melalui kolaborasi antara negara dan investor swasta.
Dari Gelap Menuju Terang : Kesaksian Pribadi Bahlil
Bahlil tak hanya menyampaikan target, tetapi juga menyoroti sisi kemanusiaan dari proyek ini. Ia mengenang masa kecilnya di Maluku Tengah yang belum dialiri listrik.
“Saya lahir di Maluku Tengah tanpa listrik, hanya mengandalkan lampu pelita. Saya tidak ingin anak-anak lain merasakan hal serupa,” ungkapnya dengan suara bergetar.
Kisah pribadi ini menjadi motor penggerak semangatnya dalam mendorong elektrifikasi nasional sebagai bagian dari pembangunan berkeadilan.
Detail Program : Menyentuh Akar Rumput
Hingga tahun 2024, 83.693 desa dan kelurahan telah menikmati aliran listrik. Namun, ribuan desa masih berada dalam kegelapan. Untuk itu, pemerintah menugaskan PLN memperluas jaringan distribusi ke daerah-daerah terpencil melalui Lisdes.
Selain itu, melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL), pemerintah telah memberikan sambungan listrik gratis kepada 367.212 rumah tangga tidak mampu sejak 2022. Upaya ini menunjukkan perhatian serius terhadap kelompok rentan agar tak tertinggal dalam kemajuan.
Arahan Presiden : Tidak Boleh Ada Lagi Warga Hidup Tanpa Listrik
Bahlil menegaskan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto agar tidak ada satu pun warga negara yang hidup tanpa akses listrik. Pemerintah menargetkan 100 persen elektrifikasi nasional pada 2029.
Dampak Nyata : Pendidikan, Ekonomi, hingga Energi Terbarukan
Penyediaan listrik bukan hanya soal penerangan. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup, pendidikan, dan perekonomian desa, membuka akses informasi, serta memperkuat produktivitas masyarakat.
Tak hanya itu, langkah ini juga membuka peluang investasi di sektor energi terbarukan, terutama di wilayah terpencil yang potensial untuk pengembangan tenaga surya, mikrohidro, dan biomassa.
Menuju SDG 7 : Energi Bersih dan Terjangkau
Secara strategis, Program Lisdes menjadi pilar utama dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) nomor 7, yaitu memastikan akses energi yang terjangkau, andal, berkelanjutan, dan modern untuk semua.
Meski menghadapi tantangan geografis yang kompleks, terutama di wilayah kepulauan dan pegunungan, pemerintah yakin bahwa dengan kombinasi investasi, teknologi, dan kemauan politik yang kuat, Indonesia bisa mewujudkan elektrifikasi total dalam satu dekade ke depan.
Editor : Redaksi FaduliNews
Sumber : Kementerian ESDM | RUPTL PLN 2025–2034 | Data BPBL















