Anggaran Negara Dipertanyakan,Sejumlah Lampu Jalan BPTD di Tidore Tidak Berfungsi

Spread the love

Faduli1.com – Tidore,Penerangan Jalan Umum (PJU) tenaga surya atau solar cell yang dipasang oleh Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kementerian Perhubungan pada tahun 2023 lalu dilaporkan hanya beberapa yang aktif (berfungsi)  sejumlah titik wilayah Kota Tidore Kepulauan.

Berdasarkan pantauan langsung wartawan Faduli1.com, sejumlah lampu jalan yang terpasang di jalur perhubungan darat wilayah Tidore Timur hingga Tidore Utara terlihat mati total dan tidak memberikan penerangan pada malam hari. Kondisi ini paling dirasakan warga Kelurahan Rum, yang merupakan salah satu jalur penghubung utama aktivitas masyarakat.

banner 336x280

Padahal, saat awal pemasangan, lampu jalan tenaga surya tersebut berfungsi normal dan menyala pada malam hari. Namun seiring berjalannya waktu, lampu-lampu tersebut mulai tidak aktif hingga kini tidak lagi menyala sama sekali.

Keberadaan PJU tenaga surya sebelumnya diharapkan dapat meningkatkan keselamatan pengguna jalan, khususnya pada malam hari, mengingat kondisi ruas jalan yang memiliki banyak tikungan serta minim pencahayaan.

“Lampu ini dipasang sekitar tahun 2024. Awalnya aktif, tapi lama-kelamaan sudah tidak menyala lagi sampai sekarang,” ujar salah satu warga Kelurahan Rum kepada Faduli1.com, Selasa (14/1/2026).

Warga menilai kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengendara roda dua. Selain itu, ruas jalan yang gelap juga dinilai rawan terhadap gangguan keamanan.

Menanggapi hal ini, Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Provinsi Maluku Utara mengaku belum mengetahui kondisi PJU tenaga surya yang dilaporkan mati total tersebut. Ia menyampaikan bahwa selama kurang lebih dua tahun terakhir, pihaknya belum menerima laporan terkait tidak berfungsinya lampu jalan di wilayah Kota Tidore Kepulauan.

Menurutnya, pengelolaan dan pemeliharaan PJU tenaga surya tersebut masih berada dalam skema kerja sama dengan pihak ketiga dengan masa kontrak selama empat tahun. Oleh karena itu, dalam waktu dekat pihak BPTD akan menyampaikan persoalan ini kepada pihak ketiga selaku pelaksana teknis.

“Besok kami akan turun langsung ke lapangan untuk mengecek lokasi pemasangan lampu jalan tersebut berada di titik mana,info juga di tahun 2024 itu hanya 8 dan di tahun 2025 ini juga ada penambahan” tutur Kepala BPTD Perhubungan Darat Provinsi Maluku Utara kepada Faduli1.com.

Meski demikian, ketidakberfungsian PJU tenaga surya dalam kurun waktu yang cukup lama tetap menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat. Warga Tidore Timur dan Tidore Utara berharap pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek PJU tersebut agar keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan dapat kembali terjamin.

(Tim/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *