FaduliNews —kabupaten Halmahera selatan desa Bobo, Kamis, 14 Agustus 2025,Masyarakat Bobo Tegaskan Sikap: Dukung Investasi PT KTS, Asal Transparan dan Tidak Terpengaruh Isu Liar
Dalam rapat terbuka yang digelar di Desa Bobo, mayoritas masyarakat menyatakan dukungan terhadap kehadiran PT Karya Tambang Sejahtera (KTS) dengan catatan perusahaan menjamin transparansi dan memberikan penjelasan terbuka terkait aktivitasnya.
Egen Romes Lelangi, putra asli Bobo yang akrab disapa Romes, menegaskan bahwa 80% masyarakat desa telah menerima rencana investasi tersebut, 10% menolak, dan sisanya 15% masih ragu. “Yang menentukan masuk atau tidaknya investasi itu adalah masyarakat yang tinggal di Desa Bobo, bukan pihak luar. Anak-anak Bobo di Bacan, Manado, atau Jakarta yang mengatasnamakan masyarakat untuk menolak, itu tidak benar,” tegas Romes.
Ia juga menyoroti adanya kelompok yang menamakan diri Cendekiawan Bobo yang mengklaim mewakili suara masyarakat. Romes menilai, kelompok tersebut memiliki kepentingan pribadi terhadap perusahaan dan pernah menjalin komunikasi diam-diam untuk kepentingan mereka sendiri. “Nama-nama yang mereka bawa memang orang Bobo, tapi keputusan yang dibuat di Bacan tanpa sepengetahuan BPD dan pemerintah desa itu tidak sah. Ilegal,” ujarnya.
Terkait isu legalitas perusahaan, Romes menilai pertemuan kali ini justru mematahkan opini liar yang beredar. Pihak manajemen PT KTS memaparkan bukti-bukti resmi dari Kementerian ESDM mengenai izin usaha pertambangan (IUP) yang mencakup wilayah Desa Bobo dan sekitarnya seluas sekitar 3.800 hektare. “Secara hukum, PT KTS sah dan memiliki keabsahan. Jadi dari segi legalitas, persoalan ini sudah selesai,” tegasnya.
Menanggapi kekhawatiran pencemaran sungai, Romes menjelaskan bahwa lokasi tambang berada cukup jauh dari pemukiman dan sumber air. “Tapak IUP dengan Sungai Gosora di timur dan Sungai Peda di barat berjarak sekitar 7 kilometer dari desa. Ditambah kontur tanah dan gunung yang menjadi penghalang alami. Jadi risiko langsung ke desa sangat kecil,” terangnya.
Ia mengimbau agar masyarakat tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang “menggoreng” isu untuk kepentingan tertentu. “Kita tetap kritis dan minta transparansi, tapi jangan mau dibenturkan. PT KTS sudah menunjukkan niat baik, sekarang saatnya kita kawal bersama,” tutupnya.








